Keunikan Danau Kembar Zerelia di Yunani, Terbentuk Akibat Tumbukan Meteorit

Selasa, 07 Desember 2021 - 14:39 WIB
loading...
Keunikan Danau Kembar Zerelia di Yunani, Terbentuk Akibat Tumbukan Meteorit
Danau Kembar Zerelia cukup unik karena terbentuk akibat tumbukan meteorit pada era Holosen. Foto/greekreporter
VOLOS - Danau Kembar Zerelia berada di luar Kota Volos atau 4 kilometer (2,5 mil) dari Kota Almyros, Prefektur Magnesia, Yunani . Danau Kembar Zerelia cukup unik karena letaknya yang berdekatan sekitar 250 meter dan diperkirakan terbentuk akibat tumbukan meteorit pada era Holosen.

Dikutip dari laman greekreporter, menurut peneliti Evangelos Lagios dan Dietrich Volker J, era Holosen antara 12.500 hingga 8.000 tahun yang lalu. Diperkirakan ukuran meteorit yang jatuh berdiameter sekitar 10 sampai 30 meter.

Berdasarkan penelitian mereka pada Desember 2010, ditemukan sebagian zirkonium cair di dasar danau. Untuk mencairkan zirkonium membutuhkan suhu lebih tinggi dari 1.400 – 1.800 derajat Celcius. (Baca juga; Bak Cinta yang Kering Ditelikung, Laut Aral Mengering Setelah 2 Sungai Sumber Mata Airnya Dialihkan )

Suhu tinggi seperti itu tidak ditemukan dalam proses magmatisasi gunung berapi atau sebagai bagian dari fenomena metamorf di kerak bumi, para peneliti memperkirakan Danau Kembar Zerelia terbentuk akibat tumbukan meteorit. Apalagi bentuk kedua danau itu hampir bulat sempurna.
Keunikan Danau Kembar Zerelia di Yunani, Terbentuk Akibat Tumbukan Meteorit

Danau terbesar memiliki diameter 250 meter dan kedalaman sekitar 8 meter. Sedangkan danau yang lebih kecil memiliki diameter 150 meter dan kedalaman sekitar 6 meter. Bagian dasar danau berbentuk piring.



Danau Kembar Zerellia juga telah membentuk habitat lahan basah yang penting bagi banyak spesies burung, seperti bangau putih, bebek berkepala hijau, kuntul, dan lain-lain. (Baca juga; Waduk Al-Duwaysat di Idlib Suriah Mengering, Pertama Kali Sejak Dibangun Tahun 1994 )

Hanya beberapa meter dari danau ada sebuah bukit kecil tempat permukiman prasejarah yang dihuni sampai Zaman Perunggu. Bukit itu dieksplorasi tim arkeologi yang dipimpin Profesor Arkeologi Eurasia H Reinder Reinders dari Institut Belanda di Athena.

Dalam penggalian permukaan tanah ditemukan pecahan keramik dari Zaman Perunggu. Menurut arkeolog Dimitris Theocharis, sebuah kuil yang didedikasikan untuk Athena Itonia ditemukan di dasar salah satu dari dua danau — yang muncul ketika permukaan danau turun. Arkeolog juga menemukan lubang dari beberapa periode, yang terdapat koin perak Phocaeans dari awal abad ke-5 SM.
(wib)
KOMENTAR ANDA