Rekor Terburuk, 126 Ekor Harimau di India Mati Sepanjang 2021

Kamis, 30 Desember 2021 - 14:32 WIB
loading...
Rekor Terburuk, 126 Ekor Harimau di India Mati Sepanjang 2021
Tercatat 126 ekor Harimau mati sepanjang tahun 2021. Padahal India dikenal sebagai rumah bagi sekitar 75 persen Harimau di dunia. Foto/phys.org
A A A
INDIA mencatat tahun paling mematikan dalam satu dekade untuk populasi Harimau . Tercatat 126 ekor Harimau mati sepanjang tahun 2021. Padahal India dikenal sebagai rumah bagi sekitar 75 persen Harimau di dunia.

Badan Konservasi Harimau India dikutip SINDOnews dari laman phys.org, Kamis (30/12/2021) mengatakan, sebanyak 126 ekor Harimau ini statusnya sebagai satwa yang terancam punah dan angka tertinggi sepanjang satu dekade. Jumlah kematian tertinggi sebelumnya terjadi pada 2016 berjumlah 121 ekor Harimau.

Menurut Otoritas Konservasi Harimau Nasional (NTCA), kasus kematian Harimau terbaru tercatat pada hari Rabu (29/12/2021) di negara bagian Madhya Pradesh. Padahal dua tahun lalu, pemerintah India mengumumkan populasi Harimau telah meningkat menjadi 2.967 ekor pada tahun 2018, dari rekor terendah sebanyak 1.411 ekor pada 2006. (Baca juga; Setelah 50 Tahun, Jejak Harimau Amur Kembali Ditemukan di Siberia )

NTCA mencatat sebagian besar Harimau mati akibat penyebab alami, namun ada juga yang menjadi korban konflik dengan manusia dan perburuan liar. Diketahui perambahan manusia di habitat Harimau telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir di negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu.

Hampir 225 orang tewas dalam serangan Harimau antara tahun 2014 dan 2019. Pemerintah telah melakukan upaya untuk mengelola populasi Harimau dengan lebih baik, dengan menyediakan 50 habitat untuk Harimau di seluruh India. (Baca juga; 800 Ekor Jaguar Padati Meksiko dalam 8 Tahun, Bukti Serius Konservasi Satwa Langka )

"India sekarang telah menetapkan peran sebagai yang terdepan dalam konservasi Harimau. Itu dilihat dari praktik yang diterapkan jika dibandingkan dengan yang dilakukan negara lain di seluruh dunia," keterangan pemerintah dalam rilis Juli 2021 yang dikutip dari laman phys.org.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1905 seconds (11.97#12.26)