Ini Perbedaan Antara Meteor, Meteorit, dan Asteroid

Minggu, 01 Mei 2022 - 15:07 WIB
loading...
Ini Perbedaan Antara Meteor, Meteorit, dan Asteroid
Ilmuwan mengumpulkan meteorit dari Miller Range di Antartika. Foto/solarsystem.nasa.gov
A A A
JAKARTA - Sebutan meteor , meteorit, dan asteroid , terdengar hampir senada untuk menyebut objek dari luar angkasa yang melintas langit dengan kilatan cahaya. Namun, sebutan meteor, meteorit, dan asteroid memiliki arti berbeda bergantung pada letaknya di mana.

Dikutip dari laman solarsystem.nasa.gov, Minggu (1/5/2022), meteoroid adalah benda-benda di luar angkasa yang ukurannya mulai dari butiran debu hingga asteroid kecil. Istilah ini hanya berlaku saat mereka berada di luar angkasa, sehingga secara umum dikenal sebagai "batu luar angkasa".

Ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi (atau planet lain, seperti Mars) dengan kecepatan tinggi dan terbakar, bola api atau "bintang jatuh" disebut meteor. Terkadang meteor bahkan bisa tampak lebih terang daripada Venus, saat itulah kita menyebutnya "bola api".

Baca juga; Meteor Aneh Picu Ledakan Berkekuatan 3 Ton TNT di Mississippi AS

Para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar 48,5 ton (44.000 kilogram) material meteorit jatuh ke Bumi setiap hari. Ketika meteoroid selamat dari perjalanan melalui atmosfer dan menyentuh tanah, itu disebut meteorit.

Sedangkan asteroid adalah benda kecil berbatu yang mengorbit matahari. Meskipun asteroid mengorbit matahari seperti planet, mereka jauh lebih kecil dari planet. Beberapa asteroid memiliki orbit yang lebih eksentrik, dan sedikit lewat dekat dengan bumi atau memasuki atmosfer sebagai meteor.
Ini Perbedaan Antara Meteor, Meteorit, dan Asteroid


Asteroid juga dikenal sebagai planetoid atau planet minor. Ada jutaan asteroid, mulai dari ukuran ratusan mil hingga beberapa kaki. Secara total, massa semua asteroid lebih kecil daripada massa bulan Bumi.

Baca juga; Asteroid Raksasa Berkecepatan 37.400 Km Per Jam Bakal Meluncur Menembus Orbit Bumi

Terlepas dari ukurannya, asteroid bisa berbahaya. Banyak yang telah menabrak Bumi di masa lalu, dan lebih banyak lagi yang akan menabrak planet kita di masa depan. Itulah salah satu alasan para ilmuwan mempelajari asteroid dan ingin mempelajari lebih lanjut tentang jumlah, orbit, dan karakteristik fisiknya. Jika sebuah asteroid menuju ke arah kita, kita ingin mengetahuinya.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1384 seconds (11.210#12.26)