Arkeolog Sebut Kitab Yahudi yang Menuntun Israel Gali Masjid Al-Aqsa

Minggu, 26 Juni 2022 - 07:04 WIB
loading...
Arkeolog Sebut Kitab Yahudi yang Menuntun Israel Gali Masjid Al-Aqsa
Alasan Bangsa Yahudi mencari King Solomon Tample atau Kuil Suci Sulaiman hingga kini belum terungkap dengan jelas maksud dan tujuannya. FOTO/ The Time of Israel
A A A
JERUSALEM - Palestina secara resmi mengumumkan Kiblat pertama Umat Muslim Masjid Al-Aqsa rawan runtuh jika Israel terus menggali harta karun Sulaiman. Alasan Bangsa Yahudi mencari King Solomon Tample atau Kuil Suci Sulaiman hingga kini belum terungkap dengan jelas maksud dan tujuannya.

Namun Israel meyakini Kuil Suci Sulaiman telah berdiri selama hampir 400 tahun, Kuil itu merupakan permata mahkota Yerusalem, dan pusat ibadat kepada Tuhan.

BACA JUGA - Masjid Al-Aqsa Terancam Runtuh Jika Pencarian Harta Karun Sulaiman Tak Dihentikan

Arkeolog kelautan Inggris Dr Sean Kingsley mengatakan dalam tulisannya seperti diberitakan Guardian, Salomo diyakini telah membangun Kuil Pertama Yerusalem di Bukit Bait Suci. Kingsley menulis bahwa semua yang diketahui sejarawan tentangnya berasal dari Alkitab Yahudi, termasuk detail seperti tempat suci bagian dalamnya yang dilapisi dengan emas murni.

“Membangun kota, istana, dan kuil utama tidak murah. Pelayaran jarak jauh ke tanah Ophir dan Tarsis membawa sungai emas, perak, batu mulia, dan marmer ke istana kerajaan.'' tulis Kingsley

Hampir setengah dari tulisan-tulisan perjanjian lama tertulis pada masa ketika bait Solomon masih berdiri. Memahami pentingnya lokasi, sejarah, dan desainnya dapat sangat mengubah penghormatan seseorang untuk salah satu tempat paling suci di dunia.

Kota Yerusalem terletak di sebuah wilayah yang terdiri dari tiga lembah utama, Hinom, lembah tengah atau Tyropeon, dan lembah Kidron.

Barisan pegunungan antara Lembah Tengah dan Kidron bernama Gunung Moriah. Puncak gunung adalah batu datar besar yang menonjol, yang sekarang terletak di bawah Kubah Batu (Kubatus Sakhroh/Dome of The Rock).

Pada zaman raja Daud, orang Yebus menguasai wilayah Yerusalem. Kota ini hanya menempati bagian selatan pegunungan tengah. Ketika Daud merebut kota itu sekitar 1000 SM, ia menjadikan Yerusalem ibukotanya.

Daud kemudian memindahkan tabut perjanjian ke Yerusalem dan memulai persiapan untuk membangun struktur permanen untuk mengganti Tabernakel Musa yang portabel yang sudah memakainya selama lebih dari 400 tahun.

Dengan kota kuno yang cukup Yerusalem kecil, David/Daud membeli tempat pengikiran dari Araunah orang Yebus sehingga ia bisa memperluas ukuran kot. Menjadi lebih tinggi dari kota Daud, puncak bukit akan menjadi tempat yang indah untuk membangun kuil Tuhan.

Di bawah pemerintahan putra Daud, pembangunan kuil Raja Solomon dimulai. Setelah tujuh tahun konstruksi, sekitar tahun 960 SM, Solomonselesai membangun bait suci.

Kemungkinan besar bangunan itu ada dalam bagian atas batu yang sama dari Gunung Moriah yang menonjol. Solomon juga membangun sendiri sebuah istana baru sebelah selatan kuil dan memperluas tembok dan kota menuju puncak Gunung Moriah.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1929 seconds (11.97#12.26)