Kejutkan Warga AS, Langit South Dakota Berubah Jadi Hijau

Kamis, 07 Juli 2022 - 06:02 WIB
loading...
Kejutkan Warga AS, Langit South Dakota Berubah Jadi Hijau
Cuaca Nasional (NWS) mengatakan cuaca buruk adalah bagian dari derecho, serangkaian badai berkelanjutan yang mencakup angin dengan kecepatan lebih dari 93 kilometer per jam.. FOTO/ NEWSWEEKS
A A A
NEW YORK - Pemandangan langit berubah menjadi hijau di negara bagian South Dakota, AS, telah menular di media sosial dengan situasi yang diyakini terjadi sesaat sebelum badai mendekati kota Air Terjun Sioux.

Seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (6/7/2022) layanan Cuaca Nasional (NWS) mengatakan cuaca buruk adalah bagian dari 'derecho', serangkaian badai berkelanjutan yang mencakup angin dengan kecepatan lebih dari 93 kilometer per jam.

BACA JUGA - Seramnya Langit di China Berwarna Merah Darah, Ada Apa?

Beberapa foto yang dibagikan di media sosial menunjukkan gambar dramatis langit hijau dan awan badai yang menakutkan mendekati Kota Sioux pada sore hari.

Ahli meteorologi NWS Cory Martin mengomentari warna langit yang tidak biasa dan berbagi di Twitter menjelaskan bahwa efek visual itu disebabkan oleh cahaya kemerahan dari matahari terbenam yang bereaksi dengan tetesan air biru di awan badai.

“Badai petir biasanya terjadi pada sore hari saat langit berubah warna menjadi kemerahan karena sudut Matahari perlahan mulai mendekati cakrawala,''

“Partikel di awan badai dengan kedalaman yang besar dan kandungan air khususnya, akan menyebarkan cahaya biru. Ketika cahaya kemerahan yang dihamburkan oleh atmosfer menyinari tetesan air berwarna biru di awan, maka akan tampak berpendar hijau,” ujarnya.

Lebih dari 28.000 orang terputus dari listrik di South Dakota ketika badai melanda, meskipun sekitar 20.000 telah pulih dalam semalam, menurut PowerOutage A.S.

Badai bergerak ke Sioux Falls dari barat sebelum keluar dari negara bagian dan menuju ke barat daya Minnesota dan barat laut Iowa.s ilmuwan-ilmuwan yang hasil penelitiannya di dasarkan pada Alquran dan Hadist, siapa mereka dan apa saja penelitiannya.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1344 seconds (10.55#12.26)