Jepang Buang Air yang Diolah Radioaktif ke Laut Tahun Depan

Senin, 25 Juli 2022 - 13:41 WIB
loading...
Jepang Buang Air yang Diolah Radioaktif ke Laut Tahun Depan
Rencana tersebut merupakan bagian dari tindakan selanjutnya pada reservoir air yang saat ini disimpan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi. FOTO/ IST
A A A
TOKYO - Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk melepaskan air radioaktif yang diolah dari pembangkit nuklir Fukushima Daiichi ke laut pada musim semi tahun depan.

Seperti dilansir dari AFP Senin (25/7/2022), pembangkit nuklir rusak dalam bencana gempa bumi pada tahun 2011.

BACA JUGA- Israel Perluas Fasilitas Nuklir Dimona Tempat Pembuatan Senjata Nuklir

Rencana tersebut merupakan bagian dari tindakan selanjutnya pada reservoir air yang saat ini disimpan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi.

Regulator Jepang menyetujui rencana tersebut kemarin setelah menerima persetujuan dari analisis awal dan tinjauan publik.

Air yang disimpan dalam tangki besar di fasilitas itu digunakan untuk mendinginkan inti tiga reaktor ketika fasilitas nuklir itu rusak.

Air limbah yang diolah bocor ke ruang bawah tanah gedung reaktor tetapi berhasil dikumpulkan dan disimpan di satu tempat.

Dilaporkan bahwa lebih dari 1,3 juta ton air yang diolah saat ini disimpan di setidaknya 1.000 tangki pada Juli tahun ini.

Tokyo Power Electric Company (TEPCO), yang bertanggung jawab untuk menerapkan langkah-langkah penutupan pembangkit nuklir, perlu mengosongkan reservoir untuk melanjutkan rencananya.

Limbah, jika dilepaskan tanpa pengolahan, dapat menyebabkan masalah radioaktif yang serius.

Oleh karena itu, TEPCO berencana menyaring air reservoir yang mengandung lebih dari 60 isotop berbahaya kecuali tritium yang sulit diolah sebelum dilepaskan ke laut dalam.

Reservoir air harus memenuhi semua standar keamanan sebelum disetujui untuk dilepaskan ke laut.

Sejauh ini, para ilmuwan masih belum jelas tentang efek jangka panjang dari tritium yang tidak diolah dalam limbah.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1100 seconds (10.55#12.26)