Bangkit dari Kematian, Ilmuwan Berhasil Buat Babi Zombie

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 06:30 WIB
loading...
Bangkit dari Kematian, Ilmuwan Berhasil Buat Babi Zombie
Babi yang telah mati satu jam bisa diaktifkan kembali organ-organ pentingnya dengan menggunakan OrganEx. Foto/DailyBeast
A A A
JAKARTA - Sekelompok ilmuwan dari Yale dan Duke University berhasil mengaktifkan kembali organ-organ penting babi yang telah mati selama satu jam. Seperti membangkitkan zombie orang-orang yang telah mati.

Eksperimen yang dilaporkan ke majalah Nature itu menyebutkan para ilmuwan berhasil mengembalikan kembali sirkulasi dan aktivitas selular dari organ vital beberapa babi yang mati. Jantung dan otak dari babi yang mati dalam waktu satu jam itu berhasil dibangkitkan dengan kondisi aktif.

Lewat eksperimen itu para penelitian berupaya menantang gagasan bahwa kematian jantung terjadi ketika sirkulasi darah dan oksigenasi berhenti. Selain itu eksperimen juga berupaya menguji definisi tyentang kematian.

Nita Farahany, ahli saraf di Duke University di Durham, North Carolina mengatakan penelitian itu masih awal dari upaya lainnya. Dia mengatakan ke depannya beberapa keterbatasan yang dirasakan dari tubuh manusia dapat diatasi pada waktunya.

Baca juga : Kupas Interior Supermewah Mercedes-Maybach yang Dimiliki Menkominfo Johnny G Plate

Bangkit dari Kematian, Ilmuwan Berhasil Buat Babi Zombie


Dalam studi terbaru ini, para peneliti melakukan upaya penghidupan kembali pada babi dengan menggunakan sistem yang mereka sebut OrganEx. Diketahui OrganEx bekerja sangat mirip dengan mesin jantung-paru yang digunakan dalam operasi jantung terbuka mengoksidasi darah selama operasi saat organ-organ sibuk.

Akibatnya, sistem OrganEx melakukann pemompaan tubuh babi dengan oksigen dan cairan perfusi kompleks. Seluruh cairan perfusi kompleks itu mengandung semua bahan yang diperlukan untuk memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan melawan kerusakan yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah.

Teknik itu diklaim berhasil mengawetkan sel dan organ babi hingga satu jam setelah jantung berhenti berdetak. "Pada dasarnya, berkat intervensi OrganEx, kami dapat membujuk sel untuk tidak mati," Zvonimir Vrselja, dari Departemen Ilmu Saraf di Yale School of Medicine.

"Di bawah mikroskop sangat sulit membedakan antara organ yang sehat dari bawaan tubuh dengan yang sudah mendapatkan perlakuan khusus teknologi OrganEx," tambah Zvonimir Vrselja.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1835 seconds (11.97#12.26)