NASA Targetkan Peluncuran Misi Artemis 1 ke Bulan pada 3 September

Rabu, 31 Agustus 2022 - 17:40 WIB
loading...
NASA Targetkan Peluncuran Misi Artemis 1 ke Bulan pada 3 September
NASA menargetkan jadwal peluncuran misi Artemis 1 ke Bulan pada Sabtu 3 September 2022. Foto/NASA
A A A
FLORIDA - NASA menargetkan jadwal peluncuran misi Artemis 1 ke Bulan pada Sabtu 3 September 2022. Sebelumnya, NASA membatalkan peluncuran roket Artemis 1 pada Senin 29 Agustus 2022 karena ada gangguan pada sistem pendingin mesin.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Artemis 1 akan diluncurkan dari Pad 39B di Kennedy Space Center (KSC) NASA di Florida. Mark Berger, petugas cuaca peluncuran di Skuadron Cuaca ke-45 Angkatan Luar Angkasa AS, mengatakan perkiraan terbaru menunjukkan ada potensi hujan dan badai petir di sepanjang Pantai Luar Angkasa Florida pada hari Sabtu 3 September 2022.

“Ada kemungkinan 60% pengaruh faktor cuaca selama jendela peluncuran hari Sabtu,” kata Berger dalam konferensi pers dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Rabu (31/8/2022) Tapi dia menyatakan optimisme bahwa cuaca akan cerah di beberapa titik selama waktu peluncuran, sehingga memberi Artemis 1 kesempatan untuk lepas landas.

Baca juga; Pendingin Mesin Bermasalah, NASA Tunda Peluncuran Roket Artemis 1

Artemis 1 adalah misi pertama program Artemis NASA, untuk membangun misi pengiriman manusia ke Bulan. Misi ini juga merupakan penerbangan pertama dari roket Space Launch System (SLS) NASA yang baru, untuk meluncurkan kapsul Orion ke orbit bulan dan kembali.

Peluncuran misi Artemis 1 seharusnya dilakukan pada Senin 29 Agustus 2022, namun dibatalkan akibat gangguan teknis pada salah satu mesin, dari 4 mesin RS-25 yang digunakan pada roket SLS NASA. Mesin nomor 3 mengalami gangguan pada proses pendinginan, karena tidak mencapai suhu yang diinginkan sekitar minus 250 derajat Celcius.

Baca juga; Susul Jejak Apolo, Ini Alasan Kuat NASA Jalankan Misi Artemis

Tim Artemis 1 tidak dapat memecahkan masalah tepat waktu selama hitungan mundur, sehingga upaya peluncuran dibatalkan. “Kita harus terus meneliti data. Kita harus menyatukan beberapa alasan penerbangan, mengantisipasi hasil yang lebih baik pada sensor suhu Mesin nomor 3 itu,” kata John Honeycutt, manajer program SLS di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall NASA di Alabama.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1376 seconds (10.55#12.26)