Lapisan Bumi Berusia 4 Miliar Tahun Ditemukan di Australia

Sabtu, 03 September 2022 - 00:02 WIB
loading...
Lapisan Bumi Berusia 4 Miliar Tahun Ditemukan di Australia
Ilmuwan temukan lapisan bumi tertua di Australia. FOTO/ IST
A A A
SIDNEY - Bongkahan lapisan Bumi berusia 4 miliar tahun seukuran Irlandia bersembunyi di Australia Barat. Temuan ini ditulis dalam penelitian terbaru. Bongkahan ditemukan mengambang di bawah Australia Barat.

Menurut penelitian yang dipublikasikan secara online pada 17 Juni di jurnal Terra Nova, kerak tua membentang seluas setidaknya 38.610 mil persegi (100.000 kilometer persegi) dan terkubur "Puluhan kilometer" di bawah tanah.

BACA JUGA - Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut

Bumi berusia 4,54 miliar tahun dan potongan lapisan Bumi berusia 4 miliar yang menjadikannya salah satu yang tertua di Bumi. Batuan Perisai Kanada, yang terletak di pantai timur Teluk Hudson dan berusia 4,3 miliar tahun, adalah yang tertua, menurut Space.

Karena lempeng tektonik, yang terus-menerus mengaduk dan mendorong lapisan Bumi kembali ke mantel, sebagian besar permukaan berbatu planet ini terbentuk dalam beberapa miliar tahun terakhir.

Para peneliti telah menemukan lapisan di dekat Jack Hills Australia, sebuah situs yang juga merupakan rumah bagi mineral kecil yang disebut zirkon yang berumur 4,4 miliar tahun. Ini menjadikan mereka bahan tertua di Bumi yang pernah ditemukan.

Maximilian Droellner, seorang mahasiswa doktoral di Curtin University di Australia dan rekan penulis studi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kerak atau lapisan tertua seperti bongkahan yang baru ditemukan di Australia Barat cenderung berumur sekitar 4 miliar tahun. Dia mengatakan bahwa ini menunjukkan bahwa sesuatu yang penting terjadi pada periode sejarah Bumi.

"Ketika membandingkan temuan kami dengan data yang ada, tampaknya banyak wilayah di dunia mengalami waktu yang sama untuk pembentukan dan pelestarian kerak awal," katanya.

"Ini menunjukkan perubahan signifikan dalam evolusi Bumi sekitar empat miliar tahun yang lalu, ketika pemboman meteorit berkurang, kerak stabil dan kehidupan di Bumi mulai terbentuk."

Berdasarkan petunjuk geokimia di sedimen yang ditemukan di wilayah tersebut, Droellmer dan rekan-rekannya percaya bahwa ada kerak yang lebih tua yang terkubur di sana. Mereka juga berlari untuk menguji teori mereka.

Para peneliti dapat mempelajari lebih lanjut tentang penciptaan awal benua dengan memahami bagaimana kerak terbentuk 4 miliar tahun yang lalu, tulis para peneliti. Permukaan planet terus-menerus bergeser selama waktu ini, dan sangat sedikit sisa-sisa Bumi awal yang bertahan. Periode ini meletakkan dasar bagi planet seperti sekarang

Dengan mengukur variasi gravitasi ini, para ilmuwan dapat mengetahui seberapa tebal kerak di lokasi yang berbeda. Data gravitasi ini mengungkapkan segmen tebal kerak di bagian barat daya Australia Barat, kemungkinan merupakan lokasi kerak purba yang terkubur.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2094 seconds (11.97#12.26)