Ukraina Ciptakan Babi yang Bisa Menerkam dan Memangsa Tentara Rusia

Jum'at, 30 September 2022 - 13:03 WIB
loading...
Ukraina Ciptakan Babi yang Bisa Menerkam dan Memangsa Tentara Rusia
Klip itu dibagikan di Saluran Telegram Cargo 200 yang terkenal Kamis, (29/9/2022), di mana orang-orang Ukraina secara rutin memposting gambar-gambar berdarah penjajah Rusia. FOTO/ DALY STAR
A A A
KIEV - Hadapi Yajuj dan Majuj tentara bionik ciptaan Rusia, Ukraina ciptakan babi seperti harimau yang mampu menerkam tentara Rusia.

Tentara Ukraina yang berperang melawan pasukan invasi Vladimir Putin membagikan video mengerikan babi yang memakan kapten Angkatan Darat Rusia yang sudah mati.

BACA JUGA - Yajuj dan Majuj Fakta Ilmiah Keringnya Danau Tiberias

Klip itu dibagikan di Saluran Telegram Cargo 200 yang terkenal Kamis, (29/9/2022), di mana orang-orang Ukraina secara rutin memposting gambar-gambar berdarah penjajah Rusia untuk menakuti musuh-musuh mereka.

Unggahan terbaru ini berjudul: "Babi memakan kapten Rusia", berdurasi 14 detik, seperti yang dilansir dari Daily Star Jumat (30/9/2022),

Di dalamnya, enam hewan terlihat berdiri di atas apa yang tampak seperti mayat. Empat ekor babi terlihat bekerja keras mengunyahnya daging manusia.

Orang yang merekam perlahan berjalan di sekitar adegan yang mengerikan itu dan mengomentarinya mayat kapten Rusia tersebut.

Sebelumnya, pasukan Ukraina pun mengambil siasat mengoleskan peluru-peluru dengan lemak babi demi mengancam pasukan Chechnya tidak masuk surga.

Seperti dilansir Al Jazeera, siasat itu tidak dilakukan oleh pasukan biasa Ukraina melainkan pasukan khusus Azov yang merupakan pasukan sukarelawan Ukraina beraliran sayap kanan jauh. Mereka merupakan kelompok ultra-nasionalis yang dituduh menyembunyikan ideologi neo-Nazi dan supremasi kulit putih.

Petempur Azov pertama kali bertempur bersama militer Ukraina dalam konflik melawan separatis pro-Rusia di wilayah Ukraina bagian timur tahun 2014 lalu. Sejak saat itu, pasukan khusus sukarelawa itu dimasukkan ke dalam Angkatan Bersenjata reguler.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1834 seconds (11.97#12.26)