Sapi Betina Hasil Kloning Pertama Rusia Melahirkan, Berat Anak Sapi 40 Kg

Sabtu, 14 Januari 2023 - 12:58 WIB
loading...
Sapi Betina Hasil Kloning Pertama Rusia Melahirkan, Berat Anak Sapi 40 Kg
Sapi betina hasil kloning pertama Rusia telah melahirkan anak sapi yang sehat seberat 40 kg pada 30 Desember 2022. Foto/Pixabay
A A A
MOSKOW - Sapi betina hasil kloning pertama Rusia telah melahirkan anak sapi yang sehat pada 30 Desember 2022. Sapi betina kloning pertama Rusia ini hasil penelitian Federal Research Center of Animal Breeding pada April 2020 menggunakan inti sel somatik sebagai donor.

Kementerian Pertanian dan Pangan wilayah Moskow dalam siaran pers Jumat 13 Januari 2023 mengumumkan anak sapi seberat 40 kilogram itu lahir pada 30 Desember 2022. “Kelahiran anak sapi pertama dari sapi hasil kloning merupakan pencapaian besar bagi para ilmuwan Moskow,” Georgy Filimonov, Wakil Perdana Menteri wilayah Moskow dikutip dari laman TASS, Sabtu (14/1/2023).

Georgy Filimonov yang bertanggung jawab pada kementerian pertanian dan pangan mengatakan bahwa sapi kloning pertama Rusia lahir di Pusat Penelitian Federal Pemuliaan Hewan pada April 2020 dengan menggunakan inti sel somatik sebagai donor. Teknologi penyuntingan genom hanya dapat dikembangkan ketika hewan kloning mampu melahirkan keturunan yang layak.

Baca juga; Ini 5 Hewan Hasil Kloning, Nomor Terakhir Bisa Jadi Juara

“Itulah mengapa kelahiran anak sapi pertama oleh sapi hasil kloning merupakan pencapaian besar. Hewan-hewan tersebut merasa sehat dan nyaman di bawah pengawasan sepanjang waktu oleh dokter hewan," ujar Georgy Filimonov.

Dia menjelaskan bahwa platform teknologi utama untuk penyuntingan genom sapi dan hewan ternak lainnya menggunakan transfer nuklir sel somatik (SCNT) dengan sel somatik yang dimodifikasi secara genetik. Itulah sebabnya para spesialis sedang melakukan penelitian untuk meningkatkan tahapan yang sangat penting dari rantai teknologi.


Sementara itu, Petr Sergiev, seorang ilmuwan Rusia menjelaskan bahwa mengkloning sapi adalah uji coba untuk menghasilkan hewan yang diedit gennya. Mereka menggunakan teknologi CRISPR/Cas9 untuk mengeluarkan dua gen yang bertanggung jawab atas beta-laktoglobulin dalam genom sapi yang dapat menghasilkan hipoalergenik susu.

Baca juga; China Berhasil Lahirkan Serigala Kutub Kloning Pertama di Dunia

Tujuan akhir pengembangan sapi kloning adalah menciptakan kawanan sapi yang secara alami dapat menghasilkan susu bebas laktosa untuk orang-orang dengan masalah malabsorpsi laktosa. Sergiev menambahkan mengembangkan teknologi ini bukanlah proses yang 100% pasti dan cukup mahal.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2020 seconds (10.177#12.26)