Mati-matian Bela Ukraina, AS Terjunkan M1 Abrams Penghancur Kota Irak

Selasa, 17 Januari 2023 - 20:37 WIB
loading...
Mati-matian Bela Ukraina, AS Terjunkan M1 Abrams Penghancur Kota Irak
Tank M1 Abrams yang pernah menghancurkan kota Irak. FOTO/ DOK VETERAN LIFE
A A A
KIEV - Amerika Serikat secara terang-terangan menjadi sekutu terkuat Ukraina dalam hadapi Rusia. Hal inilah yang membuat AS mati-matian membela Ukraina di medan pertempuran dengan mengirim berbagai peralatan tempurnya.

BACA JUGA - Ini Perbedaan Mencolok Tank Tempur Uni Soviet dan NATO

Seperti dilansir Milatary, salah satu kandidat yang berpeluang akan menyusul ke Ukraina adalah M1 Abrams.

Ada ribuan M1 sekarang berada dipenyimpanan Amerika dan telah mengalami beberapa peningkatan besar didorong oleh pertempuran selama beberapa dekade di Irak.

Tetapi M1 menggunakna mesin turbin gas yang sangat boros dan rumit. Ukraina memang membutuhkan tank, tetapi Abrams, selain menjadi pemabuk bahan bakar, cukup sulit untuk dipertahankan.

Mungkin karena bobotnya yang ekstrem, kerumitan mekanis, dan permintaan bahan bakar, Abrams belum diekspor secara luas. Mereka hanya dibeli oleh beberapa sekutu Arab, Australia, dan Polandia.

Tank-tank M1 Abrams telah menjadi andalan pasukan militer AS baik untuk pasukan darat maupun pasukan Marinirnya sejak 1980.

Menjadi pengganti tank M60 Patton yang telah menua, M1 Abrams merupakan tank tempur utama generasi ketiga AS yang didesain oleh perusahaan Chrysler Defense (General Dynamics Land Systems saat ini) untuk peperangan darat modern.

Tank M1 Abrams mengambil nama dari seorang jenderal AS yang bernama Creighton Abrams yang menjadi salah seorang komandan operasi militer pada perang Vietnam di tahun 1968 hingga 1972.

Terdapat tiga varian utama tank M1 Abrams: M1, M1A1 dan M1A2, setiap varian memiliki peningkatan dalam sistem persenjataan, perlindungan dan sistem elektroniknya.

Tank M1 Abrams beserta variannya telah diproduksi sebanyak lebih dari 10.000 unit, membuatnya menjadi salah satu tank legendaris yang masih operasional.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2150 seconds (10.55#12.26)