Keajaiban Sungai di Bawah Laut: Bukti Nyata Kekuasaan Allah dalam Surah Al-Furqan Ayat 53
Senin, 16 Desember 2024 - 17:10 WIB
"Setelah melewati (awan), tiba-tiba berubah menjadi penyelaman malam. Anda perlu menggunakan senter. Anda hanya memiliki beberapa menit di luar lapisan sebelum Anda harus mulai naik lagi. Ini adalah lanskap yang suram, dengan pohon-pohon membatu mencuat keluar dari awan,” katanya.
Suku Maya percaya bahwa cenote adalah pintu gerbang ke dunia bawah tanah.
Jadi bagaimana awan gas beracun yang berputar-putar itu bisa sampai di sana?
Cenote dipenuhi dengan air tawar dan air asin, karena ketika batu kapur runtuh dan tenggelam, itu menciptakan reservoir besar tempat air tanah tawar yang baru terbuka bertemu dengan air asin yang merembes dari laut melalui saluran bawah tanah.
Seperti yang dijelaskan Jennifer Berglund untuk Discover Magazine, seperti minyak di atas air, air tawar akan mengapung di atas lapisan air asin yang lebih padat, dan di tempat mereka bercampur, mereka akan membentuk lapisan air payau yang disebut halocline.
Fenomena sungai di bawah laut dapat dijelaskan secara ilmiah melalui konsep densitas dan halocline.
- Densitas: Air asin memiliki densitas yang lebih tinggi daripada air tawar. Perbedaan densitas ini mencegah kedua jenis air tersebut bercampur secara sempurna.
- Halocline: Halocline adalah lapisan vertikal di dalam laut di mana kadar garam berubah secara drastis. Lapisan ini bertindak sebagai pembatas antara air tawar dan air asin, menciptakan ilusi "sungai" di bawah laut.
Suku Maya percaya bahwa cenote adalah pintu gerbang ke dunia bawah tanah.
Jadi bagaimana awan gas beracun yang berputar-putar itu bisa sampai di sana?
Cenote dipenuhi dengan air tawar dan air asin, karena ketika batu kapur runtuh dan tenggelam, itu menciptakan reservoir besar tempat air tanah tawar yang baru terbuka bertemu dengan air asin yang merembes dari laut melalui saluran bawah tanah.
Seperti yang dijelaskan Jennifer Berglund untuk Discover Magazine, seperti minyak di atas air, air tawar akan mengapung di atas lapisan air asin yang lebih padat, dan di tempat mereka bercampur, mereka akan membentuk lapisan air payau yang disebut halocline.
Fenomena sungai di bawah laut dapat dijelaskan secara ilmiah melalui konsep densitas dan halocline.
- Densitas: Air asin memiliki densitas yang lebih tinggi daripada air tawar. Perbedaan densitas ini mencegah kedua jenis air tersebut bercampur secara sempurna.
- Halocline: Halocline adalah lapisan vertikal di dalam laut di mana kadar garam berubah secara drastis. Lapisan ini bertindak sebagai pembatas antara air tawar dan air asin, menciptakan ilusi "sungai" di bawah laut.
Fenomena Serupa di Berbagai Belahan Dunia
Selain Cenote Angelita, fenomena sungai di bawah laut juga ditemukan di beberapa tempat lain, seperti:Lihat Juga :
tulis komentar anda