Cegah Perubahan Iklim, Upaya Kurangi Emisi Karbon Butuh Peran Semua Pihak

Kamis, 25 Februari 2021 - 08:09 WIB
loading...
Cegah Perubahan Iklim, Upaya Kurangi Emisi Karbon Butuh Peran Semua Pihak
NDC Pemerintah Indonesia telah berkomitmen melaksanakan sistem pembangunan rendah karbon dan tangguh iklim dengan target penurunan emisi 29% pada 2030. Foto/Ilustrasi/Okezone
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menargetkan mampu menurunkan tingkat emisi karbon di Indonesia. Program Implementasi Konservasi Energi dan Pengurangan Emisi CO2 di Sektor Industri merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah dalam pertemuan G20 di Pittsburgh tahun 2009 tentang Pengurangan Gas Rumah Kaca.

Penyebab utama perubahan iklim adalah meningkatnya jumlah gas rumah kaca (CO2, CH4 dan lain-lain) di atmosfer. Sebelumnya, bila tidak dilakukan gerakan pengurangan emisi di Indonesia, maka pada 2020 tercatat emisi CO2 sebesar 2.950 juta ton CO2 ekivalen. Peningkatan emisi CO2 itu akan menyebabkan peningkatan suhu udara dan pemanasan global secara luas yang dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan perubahan iklim. Baca juag: Sukses Kurangi Emisi Karbon, Indonesia Bakal Terima Rp1,54 Triliun

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Industri dan Perdagangan, Laksmi Dewanti, mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengapresiasi setiap industri atau perusahaan yang berkomitmen dan telah melaksanakan upaya pengurangan emisi karbon.

“Upaya pengurangan emisi karbon yang dilakukan oleh Ajinomoto Indonesia, pada dasarnya tidak hanya mempunyai manfaat bagi pengelolaan lingkungan hidup, melainkan juga manfaat manfaat ekonomi (efisiensi) bagi industri atau perusahaan yang bersangkutan,” kata Laksmi.

Dia menambahkan, di dalam Nationally Determined Contribution atau NDC Pemerintah Indonesia telah berkomitmen melaksanakan sistem pembangunan rendah karbon dan tangguh iklim dengan target penurunan emisi 29% pada 2030 dibanding emisi baseline (BaU) melalui upaya sendiri dan sampai 41% dengan dukungan internasional.



“Keberhasilan pelaksanaan NDC tidak hanya menjadi tanggungjawab melekat pada pemerintah tapi juga pemerintah daerah, swasta, LSM dan para pemangku kepentingan lainnya. KLHK terus mendorong itikad dan mendukung upaya pengurangan emisi karbon oleh pelaku industri, karena upaya pengurangan emisi karbon yang dilakukan tidak hanya akan memberikan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan hidup, namun juga manfaat bagi keberlangsungan industri itu sendiri,” paparnya.

Sehubungan dengan target pemerintah, PT Ajinomoto Indonesia ikut berkomitmen membantu dengan memangkas 38.500 ton CO2 pada 2020. Lalu kembali menurunkan emisi karbon sebanyak 65.000-70.000 ton CO2 di tahun 2028.

Komitmen itu disampaikan Yudho Koesbandryo, Factory Manager sekaligus Direktur PT Ajinomoto Indonesia. Salah satu upaya perusahaan menuju Keberlanjutan Global adalah dengan mengurangi dampak terhadap lingkungan dan upaya melestarikan ekosistem.

“Upaya-upaya tersebut kami terjemahkan ke dalam kegiatan pengurangan emisi karbon (CO2) per unit produksi dan pengurangan konsumsi air per unit produksi di pabrik-pabrik Ajinomoto,” ungkap Yudho.

Dijelaskannya, manajemen telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan emisi karbon. Seperti mengurangi konsumsi bahan bakar seluruh transportasi di tempat kerja, memangkas penggunaan tenaga listrik, dan mengatasi kebocoran uap pada peralatan produksi.



“Dengan strategi ini, kami berkomitmen selalu menjaga kualitas udara yang baik bagi lingkungan sekitar, dan juga turut berkontribusi untuk mengurangi kerusakan lingkungan global,” tambahnya.

Menurut dia, sejak awal pihaknya tidak hanya fokus untuk memberikan kontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan dengan menyediakan berbagai menu bergizi. Mereka juga berkomitmen terus menghargai dan berkontribusi bagi masyarakat melalui kegiatan ASV (The Ajinomoto Group Creating Shared Value) yang berfokus pada keberlanjutan global.

Yudho menceritakan, kontribusi PT Ajinomoto Indonesia untuk pengurangan emisi karbon di wilayah Pabrik Mojokerto mendapatkan apresiasi. “Atas tercapainya peningkatan hasil produksi MSG dari proses fermentasi, efisiensi energi pada peralatan produksi, realisasi penguatan struktur bisnis, serta pengurangan emisi karbon sejumlah 38.500 Ton CO2 dalam kurun waktu satu tahun, pabrik Mojokerto mendapatkan penghargaan ASV Award dari Ajinomoto Headquarter di Tokyo, Jepang,” katanya. Baca juga: Ponsel Gaming Murah realme narzo 30A Gendong Baterai 6.000 mAh
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA