Arkeolog Yunani Berburu Sisa Harta Karun Kapal Mentor di Pulau Kythera

Jum'at, 26 Februari 2021 - 19:34 WIB
loading...
Arkeolog Yunani Berburu Sisa Harta Karun Kapal Mentor di Pulau Kythera
Penyelam sedang mencari sisa-sisa harta karun dari Bangkai kapal Mentor yang membawa patung-patung dari Parthenon. Foto/V. Tsiairis
ATHENA - Ekspedisi terbaru oleh para penyelam ke bangkai kapal Mentor, yang tenggelam di lepas pulau Kythera, Yunani pada tahun 1802 telah menemukan beberapa sisa harta karun yang tertinggal.

Ketika tenggelam, kapal itu membawa patung marmer yang diambil dari Parthenon yang rusak parah di Athena yang kemudian dikenal sebagai "Elgin Marbles atau Parthenon Marbles". Patung-patung spektakuler ini menggambarkan dewa, pahlawan, dan hewan Yunani dan kini dipajang di Inggris Museum di London. (Baca: Harta Karun Berceceran, Peraian ASEAN Sampai Indonesia Jadi Incaran)

Arkeolog Kelautan Dimitris Kourkoumelis dari Ephorate of Underwater Antiquities Yunani mengatakan, benda-benda kecil yang ditemukan dari bangkai kapal mengungkapkan aspek menarik dari kehidupan orang-orang di atas kapal ketika tenggelam.

"Kami ingin memahami bagaimana kehidupan di atas kapal. Tidak hanya untuk penumpang tetapi juga untuk seluruk awaknya," kata Kourkoumelis kepada Live Science. Dalam perburuan sisa harta karun itu, mereka telah menemukan koin emas dari Utrecht di Belanda, serta dari Spanyol, dan juga koin dari Kekaisaran Ottoman.

Kourkoumelis telah memimpin ekspedisi penyelaman ke bangkai kapal Mentor setiap musim panas sejak 2009. Saat itu pemerintah Yunani memberlakukan undang-undang untuk melindungi bangkai kapal tersebut dan secara resmi memerintahkan para arkeolog negara bagian untuk menggalinya. (Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Tips untuk Menghindari Petir Saat Hujan)



Menurut Kourkoumelis, pembangunan Mentor sangat berbeda dengan kapal sejenis yang dibangun di Mediterania. "Kapal-kapal ini dibangun untuk melakukan perjalanan di lautan terbuka. Jadi kapal ini jauh lebih kuat," katanya.

Kapal kayu itu sekarang membusuk setelah lebih dari 200 tahun di bawah gelombang, dan hanya beberapa tahun penggalian lagi yang mungkin dilakukan.

Kapal Mentor adalah brig buatan Amerika yang dimiliki oleh diplomat Inggris Thomas Bruce yang juga seorang bangsawan Skotlandia bergelar Earl of Elgin ketujuh. Elgin, begitu dia dikenal, menggunakan kapal itu untuk membawa barang antik ke Inggris yang dia kumpulkan saat ditempatkan di Konstantinopel sebagai duta besar Inggris untuk Kekaisaran Ottoman. Kapal itu berhasil mencapai Kythera namun menabrak batu karang sehingga tenggelam ke dasar laut. (Baca juga: Hayley Arceneaux, Penyintas Kanker Pertama yang Akan ke Luar Angkasa)

Sekretaris Elgin, William Hamilton, kemudian menghabiskan hampir dua tahun di Kythera, untuk mengawasi penyelamatan patung oleh penyelam lokal. Patung-patung itu kemudian dikirim ke Inggris, dan Elgin menjualnya ke British Museum pada tahun 1816.

Elgin mengklaim telah membeli patung-patung itu dan telah memperoleh izin dari pemerintah Ottoman untuk membawanya ke Inggris. Tetapi tidak ada bukti dokumen yang pernah ditemukan terhadap klaim Eglin itu.



Ketika Yunani mendapatkan kemerdekaannya dari pemerintahan Ottoman pada tahun 1832, Yunani memulai serangkaian proyek untuk mengambil kembali karya seni yang dijarah. Elgin Marbles berada di urutan teratas daftar karya seni itu. (Baca juga: Dibeli Secara Obral, Mangkuk China Ini Ternyata Barang Antik yang Sangat Langka)

Sejak itu, pemerintahan Yunani menuntut agar patung-patung itu dikembalikan. Namun, pihak British Museum menolak, meskipun telah menawarkan untuk meminjamkannya untuk sementara.

Kini tidak ada lagi barang dari koleksi Elgin yang pernah ditemukan di bangkai kapal tersebut. Arkeolog Yunani hanya menemukan benda kecil selama bertahun-tahun, termasuk perhiasan emas, koin kuno, dan tembikar Yunani yang mungkin berasal dari koleksi pribadi beberapa penumpang saat tenggelam.

Penemuan terbaru tahun lalu termasuk dua buah catur kayu - enam buah catur lainnya dari set yang sama ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya - dan token logam atau koin yang mungkin digunakan dalam permainan kartu. (Baca juga: Ribuan Koin dan Cincin Emas Langka Ditemukan di Ladang Jagung Polandia)

Para arkeolog berencana untuk memeriksa secara ilmiah semua barang itu, banyak di antaranya akan dipajang di Museum Acropolis di Athena. Museum ini sudah memamerkan sekitar setengah dari patung Parthenon yang tersisa, dan memiliki ruang yang disediakan untuk Elgin Marbles jika mereka dikembalikan ke Yunani.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA