Arkeolog Temukan Lukisan Bangsa Maya yang Mendokumentasikan Pedagang Garam

Selasa, 23 Maret 2021 - 11:32 WIB
loading...
Arkeolog Temukan Lukisan Bangsa Maya yang Mendokumentasikan Pedagang Garam
Catatan pertama yang mendokumentasikan garam sebagai komoditas Maya kuno di pasar digambarkan dalam mural yang dilukis lebih dari 2.500 tahun di Meksiko. Foto/dok
MEKSIKO - Catatan pertama yang mendokumentasikan garam sebagai komoditas Maya kuno di pasar digambarkan dalam mural yang dilukis lebih dari 2.500 tahun yang lalu di Calakmul, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO di Semenanjung Yucatan di Meksiko.

Dalam mural yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, penjual garam menunjukkan apa yang tampak seperti kue garam yang dibungkus daun kepada orang lain. Nampak pedagang memegang sendok besar di atas keranjang. (Baca: Penyintas Covid-19 di Inggris Kini Menderita Gangguan Pendengaran)

Ini adalah catatan penjualan garam paling awal di pasar di wilayah Maya. Garam merupakan kebutuhan biologis dasar dan juga berguna untuk mengawetkan makanan. Garam juga dihargai di wilayah Maya karena distribusinya yang terbatas.

Kue garam bisa dengan mudah diangkut dengan kano di sepanjang pantai dan sungai di selatan Belize, tulis arkeolog LSU Heather McKillop dalam makalah baru yang diterbitkan dalam Journal of Anthropological Archaeology.

Dia menemukan pada tahun 2004 sisa-sisa pertama bangunan dapur garam Maya kuno yang terbuat dari tiang dan ilalang yang telah terendam dan diawetkan di laguna air asin di hutan bakau di Belize. Sejak saat itu, dia dan timnya yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana dan sarjana serta kolega telah memetakan 70 lokasi yang terdiri dari jaringan luas ruangan dan bangunan di Pabrik Garam Paynes Creek. (Baca juga: Di Bawah Permukaan Planet Mars Diperkirakan Terdapat Kehidupan)



"Ini seperti cetak biru untuk apa yang terjadi di masa lalu," kata McKillop. "Mereka merebus air garam dalam panci di atas api untuk membuat garam," katanya dikutip Phys.org

Tim risetnya telah menemukan di Paynes Creek Salt Works, 4.042 tiang kayu arsitektural terendam, kano, dayung, alat batu giok berkualitas tinggi, perkakas batu yang digunakan untuk mengasinkan ikan dan daging, serta ratusan keping tembikar.

"Saya pikir Maya kuno yang bekerja di sini adalah pedagang atau produsen. Mereka akan membawa garam dengan sampan ke sungai. Mereka membuat garam dalam jumlah besar, jauh lebih banyak daripada yang mereka butuhkan untuk keluarga dekat mereka. Ini adalah kehidupan mereka," kata McKillop, yang merupakan Profesor Alumni Thomas & Lillian Landrum di Departemen Geografi & Antropologi LSU. (Baca juga: Selangkah Lagi, Misteri Asal-Usul Kehidupan di Bumi Terungkap)

Dia menyelidiki ratusan keping tembikar termasuk 449 pinggiran bejana keramik yang digunakan untuk membuat garam. Dua dari mahasiswa pascasarjana dapat mereplikasi tembikar pada printer 3D di Visualisasi Pencitraan Digital McKillop di lab Arkeologi di LSU berdasarkan pindaian yang diambil di Belize di lokasi penelitian.

Dia menemukan bahwa botol keramik yang digunakan untuk merebus air garam memiliki ukuran standar; dengan demikian, produsen garam membuat unit garam standar. "Diproduksi sebagai unit homogen, garam mungkin telah digunakan sebagai uang dalam pertukaran," kata McKillop.



Wawancara etnografis dengan produsen garam modern di Sacapulas, Guatemala yang dikumpulkan pada tahun 1981 mendukung gagasan bahwa Maya kuno juga mungkin memandang garam sebagai komoditas yang berharga. Bahkan garam kemungkinan jadi tabungan mereka.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA