Taliban Buru Harta Karun Baktria Berisi 20.000 Artefak Emas

Jum'at, 24 September 2021 - 17:25 WIB
loading...
Taliban Buru Harta Karun Baktria Berisi 20.000 Artefak Emas
Taliban sedang memburu lokasi tempat disembunyikannya harta karun Baktria yang memiliki koleksi lebih dari 20.000 artefak. Foto/dok
KABUL - Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, sejumlah arkeolog khawatir dengan nasib sejumlah artefak kuno di negara tersebut. Apalagi saat ini Taliban juga sedang memburu harta karun Baktria yang berasal dari pemakaman kuno ribuan tahun lalu.

Dilansir Live Science, Jumat (24/6/2021), beberapa laporan berita menunjukan kalau saat ini Taliban sedang memburu lokasi tempat disembunyikannya harta karun Baktria yang memiliki koleksi lebih dari 20.000 artefak, sebagian besar terbuat dari emas.

BACA: Arkeolog Yunani Berburu Sisa Harta Karun Kapal Mentor di Pulau Khytera

Harta karun Baktria ditemukan di pemkaman kuno berusia 2.000 tahun di sebuah situs bernama Tillya Tepe pada tahun 1978. Harta karun itu lalu disimpan di Museum Nasional Afghanistan dan dipajang di istana kepresidenan.



Namun sebelum Taliban mengambil alih Afghanistan, harta karun tersebut sudah dipindahkan dan hingga kini keberadaannya belum diketahui.

Selain itu, arkeolog juga khawatir dengan nasib situs Mes Aynak, sebuah kota Budha dari era 1.600 tahun yang lalu. Kota ini dulunya digunakan untuk perdagangan dan ibadah; banyak biara Buddhis kuno dan artefak Buddhis kuno lainnya disimpan di sana.

Ketika Taliban memerintah Afghanistan antara tahun 1996 dan 2001, mereka menghancurkan banyak artefak Buddhis, termasuk dua patung besar abad keenam yang dikenal sebagai "Buddha Bamiyan" yang diukir di tebing.

Taliban sendiri telah mengunjungi situs Mes Aynak dengan tujuan yang tidak diketahui. "Semua situs arkeologi di Afghanistan dalam risiko," kata Khair Muhammad Khairzada, seorang arkeolog yang memimpin penggalian di Mes Aynak. Khairzada terpaksa melarikan diri ke Prancis setelah Taliban berkuasa.

BACA JUGA: Jangan Angap Enteng, Yuk Cermati Serba-serbi Kampas Rem

Julio Bendezu-Sarmiento, direktur Delegasi Arkeologi Prancis untuk Afghanistan, mengatakan bahwa dia telah mengetahui Taliban telah mengunjungi Mes Aynak tetapi tidak tahu untuk apa. "Sulit untuk mengatakan apa tujuan mereka," kata Bendezu-Sarmiento.



Bendezu mengaku ada rencana mengadakan pameran artefak dari Mes Aynak dan situs Afghanistan lainnya di Prancis pada tahun 2022. Sayangnya, semua itu tampaknya gagal setelah Taliban merebut Kabul sebelum artefak dapat diangkut.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA