Banyak Dijarah, Arkeolog Asing Soroti Pulau Emas Peninggalan Sriwijaya

Selasa, 02 November 2021 - 09:00 WIB
loading...
Banyak Dijarah, Arkeolog Asing Soroti Pulau Emas Peninggalan Sriwijaya
Sisa-sisa kerajaan Sriwijaya yang digambarkan sebagai pulau emas mendapatkan sorotan dari arkeolog asing. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Sisa-sisa kerajaan Sriwijaya yang digambarkan arkeolog asing sebagai 'pulau emas' mendapatkan sorotan dari arkeolog asing. Sungai Musi, lokasi ditemukannya harta karun kerjaan Sriwijaya itu dianggap sebagai 'pulau emas.'

Arkeolog asing menilai, sebelumnya tidak ada jejak yang tersisa dari kerajaan Sriwijaya yang mengalami masa kejayaan sekitar tahun 600 an dan 1025.

Seorang arkeolog kelautan dan editor majalah Wreckwatch, Sean Kingsley mengatakan, hampir tidak ada jejak yang tersisa dari masa kejayaan Sriwijaya, kecuali artefak berkilauan yang ditarik oleh para penyelam dari dasar sungai.

Tidak ada penggalian arkeologis resmi yang pernah dilakukan di dalam atau di sekitar sungai oleh pemerintah setempat. Artefak yang ditemukan dijual ke kolektor pribadi di pasar barang antik global.

BACA: Percaya Tidak, Manusia Neanderthal Pernah Tinggal di Rumah Putri Diana

"Hampir tidak ada bukti fisik seperti apa kehidupan sehari-hari Sriwijaya. Kami mulai dari titik nol, seperti masuk ke museum yang kosong. Orang-orang tidak tahu pakaian apa yang dipakai orang Sriwijaya, apa seleranya, makanan apa yang mereka suka makan, tidak ada," kata Kingsley.

Penelitian arkeologi sebelumnya di sekitar Palembang, hanya menemukan petunjuk kecil tentang pelabuhan berupa candi bata dan beberapa prasasti. Sebagian besar informasi tentang kota berasal dari orang asing yang menulis tentang perjalanan mereka ke Sriwijaya.

Banyak Dijarah, Arkeolog Asing Soroti Pulau Emas Peninggalan Sriwijaya


Kingsley mengatakan, Sriwijaya memiliki sumber daya alam lokal yang sangat kaya, termasuk kayu cendana dan kapur barus. Kemudian kandungan emas yang terbentuk secara alami di Sungai Musi.

Bagaimana peradaban yang begitu kaya bisa lenyap tanpa jejak? Ada kemungkinan juga bahwa peristiwa geologis, yang mungkin terkait dengan aktivitas vulkanik Sumatera, dapat mengubur situs Sriwijaya, kata Kingsley.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1332 seconds (10.177#12.26)