Astronom Melacak Pergerakan 10.000 Galaksi untuk Proyeksikan Jalur Orbit Superkluster

Senin, 07 Februari 2022 - 22:29 WIB
loading...
Astronom Melacak Pergerakan 10.000 Galaksi untuk Proyeksikan Jalur Orbit Superkluster
Para astronom melacak pergerakan sekitar 10.000 galaksi dan kelompok galaksi sepanjang rentang 11,5 miliar tahun. Foto/jpost
A A A
Para astronom melacak pergerakan sekitar 10.000 galaksi dan kelompok galaksi sepanjang rentang 11,5 miliar tahun. Para astronom menghitung jalur galaksi menggunakan teknik matematika yang disebut metode aksi numerik.

Studi yang diterbitkan Astrophysical Journal, para astronom berhasil menghitung dan melacak gerakan galaksi dalam 350 juta tahun cahaya. Para astronom dari Institut Astronomi Hawaii, Universitas Maryland dan Universitas Paris-Saclay, memperhitungkan fisika Teori Big Bang, mengamati kecerahan dan posisi galaksi saat ini, termasuk gerakannya menjauh dari Bumi.

Sebagai bagian dari penelitian, para astronom menjelajahi beberapa wilayah luar angkasa, termasuk "Great Attractor", inti dari superkluster Laniakea. Superkluster Laniakea adalah sekelompok besar galaksi yang mencakup Bima Sakti.

Baca juga; Teleskop Gemini Selatan Menangkap Gambar Nebula Kupu-Kupu Bersayap Satu di Galaksi

Galaksi-galaksi di superkluster ini terlihat mengalir menuju lokasi di dalam sarang empat kluster kaya. Wilayah lain yang dieksplorasi adalah filamen galaksi Perseus-Pisces terdekat, yang membentang hampir satu miliar tahun cahaya. Menjadikannya sebagai salah satu struktur terbesar yang diketahui di alam semesta yang dapat diamati.
Astronom Melacak Pergerakan 10.000 Galaksi untuk Proyeksikan Jalur Orbit Superkluster


Kluster Virgo, kluster lain yang berdekatan, juga dipelajari karena kedekatannya. Dengan menggunakan metode aksi numerik, untuk memproyeksikan orbit danjalur galaksi di masa depan.

Baca juga; Ilmuwan Temukan Bukti Keberadaan Planet di Luar Galaksi Bima Sakti

"Kami memfokuskan sejarah formasi rinci struktur massa skala besar di alam semesta dengan merekayasa balik interaksi gravitasi yang menciptakannya," kata Ed Shaya dari Universitas Maryland dikutip SINDOnews dari laman Jpost, Senin (7/2/2022).
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1715 seconds (10.177#12.26)