Astronom Temukan Planet yang Memiliki Hujan Permata di Tata Surya

Selasa, 22 Februari 2022 - 10:03 WIB
loading...
Astronom Temukan Planet yang Memiliki Hujan Permata di Tata Surya
Astronom menyelidiki planet ekstrasurya raksasa yang berjarak 855 tahun cahaya dari bumi. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Astronom menyelidiki planet ekstrasurya raksasa yang berjarak 855 tahun cahaya dari bumi. Planet dengan panas yang sangat ekstrem ini memiliki hujan permata yang begitu banyak.

Para astronom yakin kalau planet tersebut memiliki hujan permata karena telah menyelidiki atmosfernya. Analisis paling rinci saat ini mengungkapkan untuk pertama kalinya kondisi dan dinamika sisi malam permanen planet ekstrasurya itu.

"Meskipun penemuan ribuan eksoplanet, kami hanya dapat mempelajari atmosfer sebagian kecil karena sifat pengamatan yang menantang," kata astronom Thomas Mikal-Evans dari Institut Astronomi Max Planck di Jerman seperti dikutip Science Alert, Selasa (22/2/2022).

Evans mengatakan, saat ini peneliti bergerak di luar untuk mengambil gambar dari wilayah tertentu dari atmosfer planet ekstrasurya itu untuk mempelajarinya sebagai sistem 3D yang sebenarnya.

BACA: Astronom Temukan Planet Mirip Bumi, Miliki Atmosfer tapi Sepanas Neraka

Planet ekstrasurya ini adalah WASP-121 b, pertama kali ditemukan pada tahun 2015 dan dikenal sebagai raksasa gas sekitar 1,18 kali massa dan 1,81 kali ukuran Jupiter. Dua tahun setelah ditemukan, WASP-121 b menjadi planet ekstrasurya pertama yang air stratosfernya ditemukan.

Namun para ilmuwan memastikan kalau planet ini tidak layak huni karena suhunya yang sangat panas. Planet WASP-121 b ini memiliki suhu berkisar antara 1.227 hingga 2.727 derajat Celcius.

Dari hampir 5.000 exoplanet yang dikonfirmasi hingga saat ini, lebih dari 300 termasuk dalam kategori ekstrem ini, tetapi WASP-121 b telah disebut sebagai "prototipe" untuk planet yang sangat panas.

Penyelidikan atmosfer WASP 121 b sebelumnya menemukan uap logam berat di atmosfer sisi siang hari. Sisi malamnya sedikit lebih sulit untuk diselidiki, karena sekitar 10 kali lebih gelap dari sisi siang hari.

Untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang seluruh planet ekstrasurya, Mikal-Evans dan timnya menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble untuk mengamati dua orbit penuh WASP-121 b, menggabungkan data dari sisi siang dan sisi malam untuk melihat bagaimana atmosfer berfungsi secara global.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2181 seconds (11.210#12.26)