Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Ini Kecelakaan Terburuk Sejak 2004

Senin, 21 Maret 2022 - 19:21 WIB
loading...
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Ini Kecelakaan Terburuk Sejak 2004
Tim penyelamat mencari kotak hitam di lokasi jatuhnya pesawat China Eastern di Baotou, di wilayah Mongolia Dalam China, pada tahun 2004. Foto/AP
A A A
JAKARTA - Maskapai China Eastern Airlines memiliki sejarah penerbangan yang aman dan telah hampir dua dekade tidak mengalami kecelakaan mematikan. Kecelakaan terakhir terjadi pada tahun 2004 lalu yang menewaskan 55 orang.

Dilansir NY Times, Senin (21/3/2022), kecelakaan mematikan terakhir yang dialami China Eastern Airlines terjadi di China Timur pada tahun 2004.

Ketika itu pesawat Bombardier CRJ-200 yang digunakan, terbang dari kota Baotou di Mongolia Dalam ke Shanghai.

Tak lama setelah lepas landas, pesawat jatuh ke danau beku dan menewaskan 55 orang. Bencana itu disebabkan oleh es di sayap, kata regulator keselamatan.

BACA : Penampakan Kebakaran Besar di Gunung Tempat Pesawat China Airlines Jatuh

Pada tahun 1989, lebih dari setahun setelah maskapai ini didirikan, sebuah Antonov AN-24RV kehilangan tenaga mesin saat lepas landas dari Shanghai, menewaskan 34 orang.

Pada tahun 1993, seorang anggota awak China Eastern secara tidak sengaja memasang bilah pada sayap McDonnell Douglas MD-11, memaksa pendaratan darurat di pangkalan Angkatan Udara AS di Alaska. Dalam peristiwa ini, dua penumpang tewas.

Setelah hampir dua dekade, pesawat China Eastern Airlines kembali jatuh di perbukitan wilayah Guangxi China Selatan, Senin (21/3/2022). Pesawat Boeing 737-800 ini mengangkut 132, termasuk kru penerbangan.

BACA JUGA : Bangkai Hiu Purba Seukuran Bus Terdampar di Pantai Inggris

"Situasi dengan korban masih belum jelas," kata sebuah laporan online yang dikeluarkan oleh televisi pemerintah China.

Penduduk di daerah itu mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat itu tampaknya telah hancur menjadi puing-puing, mengurangi harapan untuk menemukan korban selamat.
(ysw)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1970 seconds (11.252#12.26)