Penyakit Misterius Veteran Perang Teluk Terungkap, Bukan Kutukan Saddam Hussein

Kamis, 12 Mei 2022 - 13:22 WIB
loading...
Penyakit Misterius Veteran Perang Teluk Terungkap, Bukan Kutukan Saddam Hussein
Tentara dari berbagai negara yang terlibat di Perang Teluk tahun 1990 sangat khawatir dengan serangan senjata kimia milik Irak. Foto/IST
IRAK - Ratusan ribu veteran Perang Teluk yang berlangsung di tahun 1990 masih mengalami penyakit misterius yang disebut Gulf Syndrome. Hingga kini lebih dari 100.000 veteran perang dari Amerika Serikat dan Inggris masih mengalami kelelahan ekstrem, gangguan memori hingga sakit kronis.

Meski telah usai lebih dari tiga dekade penyakit itu terus-terusan jadi mimpi buruk para veteran Perang Teluk. Tidak heran jika banyak yang menduga hal itu disebabkan oleh kutukan penguasa Irak Saddam Hussein yang digulingkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Hanya saja baru-baru ini penelitian yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat justru menemukan jawaban yang berbeda. Ternyata penyakit yang diderita oleh veterang Perang Teluk justru disebabkan oleh serangan senjata kimia yang dilakukan Irak.

Menurut mereka serangan gas sarin yang terjadi di dua kota di Irak, Muthanna dan Fallujah, pada Januari 1991 merupakan penyebab utama mengapa penyakit itu tidak pernah hilang. Seluruh veteran Perang Teluk yang ada di kedua kota itu terpapar oleh gas sarin.



Baca juga : Nah Loh, Hackers Mulai Cari Cuan dengan Retas SPKLU Mobil Listrik

Penyakit Misterius Veteran Perang Teluk Terungkap, Bukan Kutukan Saddam Hussein


Dr Robert Haley menyebutkan penggunaan gas sarin yang dilakukan Irak memang berupaya untuk membunuh massal tentara Amerika Serikat dan sekutu. Hanya saja menurut dia kualitasnya mengalami penurunan karena mengalami pengenceran.

Diduga hal itu dilakukan agar gas sarin itu bisa berfungsi di wilayah yang sangat luas seperti Muthanna dan Fallujah. "Jumlahnya tetap masih sangat cukup untuk membuat orang sakit," jelas Dr Robert Haley.

Temuan itu sendiri didasarkan pada pemeriksaan 1.016 veteran Amerika Serikat yang bertugas selama konflik. Sampel darah dan DNA dari para veteran itu kemudian diperiksa. Selain itu setiap veteran juga ditanya apakah pernah mendengar alarm serangan senjata kimia selama bertugas di Perang Teluk.
halaman ke-1
preload video
KOMENTAR ANDA