Foto Satelit Tunjukkan Pangkalan Udara Rusia di Krimea Rusak Parah, Benarkah Dihajar Rudal HIMARS?

Kamis, 11 Agustus 2022 - 20:29 WIB
loading...
A A A
Mykola Belieskov, seorang konsultan dari Institut Nasional untuk Studi Strategis Ukraina membuat klaim yang berani tetapi bukan tidak mungkin. Angkatan Udara Ukraina menggunakan pesawat tempur MiG-29 atau Su-27 yang dimodifikasi. Apalagi baru-baru ini, AS memasok suku cadang untuk MiG-29, tetapi tidak merinci bagian apa secara detail.

Baca juga; Jet Tempur Su-24 Fencer Ukraina Dilengkapi Rudal Berpanduan Laser, Perang Lawan Rusia Makin Sengit

Menurut pakar Ukraina lainnya, Viktor Kevlyuk, sangat mungkin bahwa AGM-88 HARM dapat membuat lubang di seluruh sistem radar pertahanan udara pangkalan udara Saki, membuka jendela gangguan kecil, dan jendela itu dapat digunakan untuk meluncurkan serangan rudal dengan dua rudal ATACMS.

ATACMS atau Army Tactical Missile System adalah sebuah peluru kendali atau rudal permukaan ke permukaan yang diproduksi oleh Lockheed Martin. ATACMS adalah rudal balistik taktis yang mulai digunakan pada awal 1990-an, dan saat ini, hanya empat negara yang memiliki, yaitu Amerika Serikat, Korea Selatan, Turki, dan Yunani.
Foto Satelit Tunjukkan Pangkalan Udara Rusia di Krimea Rusak Parah, Benarkah Dihajar Rudal HIMARS?


Ada kemungkinan lain, penggunaan rudal ATACMS yang diluncurkan dari Sistem Artileri Roket Mobilitas Tinggi atau High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) dengan Multiple Launch Rocket System (MLRS).

Jangkauan rudal ATACMS adalah 300 km, tetapi lebih tepatnya, selama pengujian, rudal tersebut mencapai kemampuan operasional 310-320 km. Rudal tersebut telah partisipasi dalam beberapa konflik, seperti Perang Teluk Persia, Perang di Afghanistan, Perang Irak.

Karakteristik utama ATACMS sebagai berikut, lebar sayapnya 1,4 meter, ketinggian terbangnya 50 km, kecepatan maksimumnya melebihi Mach 3, dan sistem panduan rudal dikonfigurasikan oleh panduan navigasi inersia dengan bantuan GPS.
(wib)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1521 seconds (10.101#12.26)