Temukan Mineral Tak Dikenal di Bulan, China Beri Nama Changesite-(Y)

Senin, 12 September 2022 - 17:32 WIB
loading...
Temukan Mineral Tak Dikenal di Bulan, China Beri Nama Changesite-(Y)
China menemukan jenis mineral baru yang belum dikenal dari Bulan ketika meneliti sampel yang dibawa dari misi Chang’e-5. Foto/interestingengineering/ground.news
A A A
BEIJING - China menemukan jenis mineral baru yang belum dikenal dari Bulan ketika meneliti sampel yang dibawa dari misi Chang’e-5 pada tahun 2022. China memberi nama mineral baru ini dengan Changesite-(Y), mirip dengan misi Chang’e-5 yang berarti dewi bulan dalam mitologi Tiongkok.

Sampel mineral baru ini memiliki berat sekitar 1,73 Kg di Bumi. Mineral ini dikumpulkan dari permukaan Bulan dan sekitar 6,5 meter di bawah permukaan di daerah yang dianggap sebagai lokasi aktivitas gunung berapi.

Penemuan mineral ini dibagikan di antara 33 organisasi penelitian. Dalam pengumuman bersama antara China National Space Administration (CNSA) dan China Atomic Energy Authority (CAEA), menggambarkan sampel tersebut sebagai mineral fosfat dalam bentuk kristal kolumnar yang ditemukan di partikel basal bulan.

Baca juga; China dan AS Berebut Tempat Mendarat di Bulan

Struktur kristal dipisahkan dan diperiksa melalui difraksi sinar-x oleh para peneliti di Beijing Research Institute of Uranium Geology, anak perusahaan dari China National Nuclear Corporation (CNNC). Mereka menemukan satu partikel kristal di antara 140.000 partikel sampel bulan dengan diameter sekitar 10 mikron.
Temukan Mineral Tak Dikenal di Bulan, China Beri Nama Changesite-(Y)


Jarum metaforis di tumpukan jerami adalah kristal yang, berukuran sepersepuluh rambut manusia. Namun menurut laman The Register, ukuran mineral itu sekitar sepersejuta linguine. Mineral yang tidak teramati sebelumnya telah ditemukan di Bulan oleh Amerika Serikat dan Rusia.

Baca juga; Akhir November, China Siapkan Misi Mengambil Bebatuan Bulan

Changesite–(Y) adalah mineral bulan keenam yang ditemukan, dan telah menerima persetujuan dari organisasi yang mengawasi penemuan tersebut, yaitu International Mineralogical Association's Commission on New Minerals, Nomenclature and Classification.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2194 seconds (11.252#12.26)