Perburuan 20 Tahun Koin Senilai Rp14,8 Miliar Milik Israel Akhirnya Tuntas

Rabu, 14 September 2022 - 09:00 WIB
loading...
Perburuan 20 Tahun Koin Senilai Rp14,8 Miliar Milik Israel Akhirnya Tuntas
Butuh 20 tahun buat Israel guna mengembalikan koin istimewa seharga Rp14,8 miliar itu kembali pulang. Foto/BBC
A A A
JAKARTA - Koin istimewa milik Israel senilai USD1 juta atau setara Rp14,8 miliar yang ditemukan orang-orang Palestina akhirnya kembali pulang. Butuh 20 tahun buat Israel agar koin istimewa itu bisa pulang kampung.

Upaya pengembalian koin itu menempuh jalan yang panjang. Pasalnya koin itu telah berpindah-pindah tangan ke berbagai benua.

Disebutkan BBC, koin itu punya nilai yang sangat istimewa buat Israel. Koin perak kecil itu dibuat di masa pemberontakan Yahudi yang terjadi hampir 2.000 tahun yang lalu.

Awalnya koin itu masih berada dalam penguasaan Israel. Hanya saja pada 2002 koin itu diambil oleh orang-orang Palestina yang menemukannya di Lembah Ella, sebelah selatan Yerusalem.

Otoritas Barang Antik Israel atau Israel Antiquities Authority (IAA) kemudian mengonfirmasi penemuan itu. Hanya saja koin istimewa itu sudah keburu berpindah-pindah tangan.

Baca juga : 5 Mobil Produksi Inggris Ini Popular di Indonesia tapi Sudah Dikuasai Perusahaan Negara Lain

Perburuan 20 Tahun Koin Senilai Rp14,8 Miliar Milik Israel Akhirnya Tuntas


IAA mengatakan menghabiskan waktu satu setengah dekade memburu koin itu agar dibawa pulang. Keberadaan koin itu akhirnya teridentifikasi pada 2017 dan telah berpidan tempat ke Denver, Colorado.

IAA kemudian melaporkan temuan itu ke Homeland Security Investigations (HSI) atau Investigasi Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat. Mereka berharap agar HSI bisa membantu proses pemulangan kembali koin tersebut.

Dari situ HSI kemudian meneruskannya ke Kejaksaan Distrik Manhattan Unit Perdagangan Barang Antik atau Antiquites Trafficking Unit (ATU). Setelah diproses, akhirnya pengadilan setempat mengeluarkan putusan untuk memulangkan koin itu ke Israel.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1113 seconds (10.177#12.26)