Setelah 100 Tahun Hilang, Satwa Langka Bermata Menyala Ini Muncul Kembali di London

Rabu, 21 September 2022 - 18:33 WIB
loading...
Setelah 100 Tahun Hilang, Satwa Langka Bermata Menyala Ini Muncul Kembali di London
Untuk pertama kalinya setelah lebih dari 100 tahun, hewan langka bermata menyala ini muncul di Kingston, London, Inggris. Foto/Newscientist
A A A
LONDON - Untuk pertama kalinya setelah lebih dari 100 tahun, hewan langka bermata menyala ini muncul di Kingston, London , Inggris. Hewan ini adalah pine martin atau marten pinus (Martes martes) bagian dari Keluarga Mustelidae, seperti berang-berang, luak, serigala dan musang.

Marten pinus memiliki bulu coklat tebal dengan bib kekuningan di tenggorokan dan dadanya. Panjangnya sekitar 60-70 cm dan beratnya antara 1 dan 2 kilogram, hewan pemburu ini sangat gesit.

Marten pinus terlihat kembali di London setelah tertangkap jebakan kamera yang dipasang, untuk memantau landak. Ini untuk pertama kalinya sejak abad ke-19, seekor marten pinus kembali ke Inggris selatan.

Baca juga; Tidak Lazim, 3 Spesies Baru Ular Tanah Ini Ditemukan di Bawah Kuburan

Kate Scott-Gatty dari Zoological Society of London mengatakan, dia biasanya harus menyaring banyak foto rubah dan anjing untuk menemukan seekor landak. Namun, kali ini dia menemukan satwa langka ini. “Menemukan pine marten cukup luar biasa,” katanya dikutip SINDOnews dari laman newscientist, Rabu (21/9/2022).

Martens pinus adalah omnivora generalis, memakan segala sesuatu mulai dari mamalia kecil dan burung hingga jamur, buah dan beri, memainkan peran penting dalam penyebaran benih. Beberapa konservasionis berharap mereka akan mengendalikan populasi tupai abu-abu invasif, yang mereka makan.

Baca juga; Cumi-Cumi Raksasa Mati Terdampar di Pantai Selandia Baru, Penampakannya Ada yang Aneh

Tupai merah, yang abu-abu telah berkerumun di sebagian besar Inggris, berevolusi bersama pine martens sehingga dikenal mampu menghindari pemangsa. Penemuan marten pinus sejauh 100 km dari populasi terdekat di New Forest, masih belum bisa dijelaskan.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1339 seconds (10.55#12.26)