Perangi Pemanasan Global, Amerika akan Semprotkan Partikel Rp154,3 Triliun ke Stratosfer

Selasa, 18 Oktober 2022 - 07:15 WIB
loading...
Perangi Pemanasan Global, Amerika akan Semprotkan Partikel Rp154,3 Triliun ke Stratosfer
Penyemportan partikel ke stratosfer diharapkan mampu membatasi paparan sinar matahari yang jatuh langsung ke bumi. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat berencana melakukan operasi khusus untuk melawan pemanasan global . Rencananya mereka akan menyemprotkan partikel ke stratosfer.

Masalahnya operasi khusus itu tidak akan murah. Butuh biaya sebesar USD10 miliar atau setara Rp154,3 triliun per tahun agar mereka bisa menyemprotkan partikel tersebut ke lapisan kedua atmosfer bumi itu.

Disebutkan Daily Mail, operasi khusus itu seakan terinspirasi dari film The Matrix 4. Di film animasi itu terdapat misi khusus yang dimamakan Operation Dark Storm. Misi itu mirip dengan misi yang akan dijalankan Amerika Serikat dimana atmosfer bumi disemprotkan dengan partikel-partikel khusus guna mencegah terjadinya kerusakan di bumi.

Bagi Amerika Serikat penyemprotan partikel di stratosfer itu diyakini bisa membatasi sinar matahari yang jatuh ke bumi. Hal itu diyakini mampu mengurangi dampak pemanasan global yang semakin parah belakangan ini.

Baca juga : Gampang Hilangkan Chat, Mark Zuckerberg Klaim WhatsApp Lebih Aman Dibanding iMessage

Perangi Pemanasan Global, Amerika akan Semprotkan Partikel Rp154,3 Triliun ke Stratosfer


Disebutkan juga dalam rencana itu, jumlah semprotan dapat disesuaikan setiap tahun untuk menjaga pemanasan global pada tingkat yang direkomendasikan. Saat ini partikel yang akan digunakan adalah belerang dioksida (SO2). Belerang dioksida atau sulfur dioksida merupakan polutan udara berbentuk gas yang terbuat dari belerang dan oksigen.

Saat digunakan belerang dioksida bisa menciptakan kabut cerah yang memantulkan sinar matahari kembali ke luar angkasa. Kemampuan itu membuat belerang dioksida jadi partikel sempurna untuk perjuangan Gedung Putih melawan pemanasan global.

Hanya saja biaya yang dihabiskan memang akan sangat besar. Sebelumnya CNBC juga pernah melakukan hitung-hitungan mengenai perubahan reflektifitas bumi. Menurut CNBC satu persen upaya pengurangan itu itu akan menelan biaya USD500 juta atau sama dengan Rp7,7 triliun per tahun.

Baca juga : Baterai Mobil Listrik dari Rumput Laut Bisa Jadi Jawaban Masalah Ketersediaan Lithium
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1457 seconds (10.55#12.26)