Temuan Sisir Kuno Ungkap Alfabet Pertama yang Tercipta karena Kutu Rambut

Kamis, 10 November 2022 - 09:44 WIB
loading...
Temuan Sisir Kuno Ungkap Alfabet Pertama yang Tercipta karena Kutu Rambut
Sisir berukuran 3,5 cm x 2,5 cm ini ditemukan di lokasi tersebut pada tahun 2017, namun relief permukaannya baru terlihat pada bulan Desember tahun lalu FOTO/ IST
A A A
LIMA - Serangga kutu ternyata menjadi momok menakutkan sejak zaman perunggu. Karena menakutkannya, masalah ini mendorong ilmuwan menciptakan Alfabet pertama di dunia.

BACA JUGA - Ahli Bingung Kok Bisa Sih? Obat Kutu Jadi Obat Covid-19 di Indonesia

Hal ini dibuktikan dengan temuan sisir dari gading dengan kata-kata yang diyakini sebagai kalimat tertua yang diketahui ditulis dalam Alfabet Pertama, dan tulisan pada potongan sisir mewah itu tertulis “Saya harap gading ini membunuh kutu di rambut dan jenggot.”

“Prasasti itu sangat manusiawi, Anda memiliki sisir dan sisir Anda memiliki keinginan untuk menghilangkan kutu rambut dan janggut. Karena pada saat itu kita belum memiliki semprotan modern, obat-obatan dan racun.” kata Profesor Joseph Garfinkel, seorang arkeolog di Hebrew University of Jerusalem seperti dilansir dari Daily Start Kamis (10/11/2022).

Sisir berukuran 3,5 cm x 2,5 cm ini ditemukan di lokasi tersebut pada tahun 2017, namun relief permukaannya baru terlihat pada bulan Desember tahun lalu. Analisis tanda-tanda menegaskan bahwa tulisan itu adalah aksara Kanaan, alfabet pertama yang ditemukan sekitar 3800 tahun yang lalu.

Sebulumnya, sebuah prasasti berusia 1.100 tahun sebelum Masehi ditemukan di Israel. Prasasti ini bertuliskan huruf-huruf yang menyandang nama ‘Jerubbaal’ dengan tinta di kendinya.

Prasasti kuno itu ditemukan di dalam lubang penyimpanan di Khirbat er-Ra’I, sebuat situs arkeologi sekitar 3 kilometer dari barat laut Tel Lachish di Israel. Ada tulisan yang menghiasi prasasti berbentuk kendi itu. Kendi itu biasanya digunakan untuk menampung kira-kira satu liter minyak, parfum, atau obat-obatan.

Tulisan yang menghiasinya adalah huruf Yod (patah di atas), resh, bet, ayin, lamed, dan sisa huruf lainnya. Huruf-huruf ini akan mudah dipahami oleh orang-orang yang bisa berbahasa Ibrani meskipun alfabetnya sendiri bukan alfabet Ibrani melainkan alfabet tua di mana alfabet Ibrani akan berkembang nantinya.

Skrip alfabet ditemukan oleh orang Kanaan dan pengaruh Mesir sekitar 1800 SM lalu alfabet ini berevolusi dari Hieroglif Mesir pada zaman perunggu akhir (1500-1200 SM) dan zaman besi (1200-1000). Lalu alfabet Ibrani sendiri berkembang pada pertengahan abad kesepuluh SM.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3680 seconds (11.97#12.26)