Ilmuwan Kontroversial Bikin Ulah Lagi, Kini Mau Transplantasi Otak Manusia

Minggu, 15 Januari 2023 - 07:00 WIB
loading...
Ilmuwan Kontroversial Bikin Ulah Lagi, Kini Mau Transplantasi Otak Manusia
Sergio Canavero dikenal sebagai ilmuwan kontroversial. Dia bahkan dikenal sebagai dokter Frankenstein karena gagasannya yang kontroversial. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Ilmuwan kontroversial dari Italia, Sergio Canavero, kembali bikin ulah lagi. Kali ini dia mengaku siap melakukan transplantasi otak manusia.

Pada 2017, Sergio Canavero bikin geger karena mengajukan ide untu melakukan transplantasi kepala manusia. Upaya itu dia ajukan karena mengaku telah berhasil melakukan transplantasi kepala monyet.

Pada 2019, Sergio Canavero bahkan melakukan keterangan resmi dengan mengajak seorang difabel yang bersedia untuk melakukan transplantasi kepala. Difabel bernama Valery Spiridonov itu rencananya akan dipindahkan kepalanya ke pendonor yang organ tubuhnya masih lengkap.

Hanya saja setelah itu Sergio Canavero tidak terdengar lagi. Namun baru-baru ini ahli saraf yang tinggal di Turin, Italia itu kembali dengan gagasan yang tidak kalah kontroversial yakni cangkok atau transplantasi otak .

Baca juga : Penelitian : Pria yang Suka Mobil Sport Rata-rata Memiliki Penis Kecil

Ilmuwan Kontroversial Bikin Ulah Lagi, Kini Mau Transplantasi Otak Manusia


Dalam paper ilmiah, Sergio Canavero menamakan proyek gila itu dengan nama Project Perseus. Dia tertarik melakukan proyek itu karena saat ini upaya ilmiah untuk meremajakan tubuh manusia belum ada.

Cara agar manusia bisa bertahan dengan tubuh yang lebih kuat dan muda adalah dengan memindahkan otak seorang manusia yang berusia tubuh ke tubuh donor yang lebih muda.

Dia mengatakan saat ini proses pemindahan otak manusia memang terkesan menyeramkan. Hanya saja jika teknologi yang ada sudah mendukung maka dia sangat berani melakukannya.

"Bisa dikatakan bahwa transplantasi otak dapat diterima secara eksklusif dengan syarat bahwa transmisi saraf akan pulih dengan cepat," tulis Sergio Canavero.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2349 seconds (10.101#12.26)