Kabar Buruk, WHO Peringatkan Pandemi Covid Akan Berlanjut hingga 2022
Kamis, 21 Oktober 2021 - 14:42 WIB
"Mereka seharusnya tidak mendapatkan dosis ini dari Covax . Karena kalau seperti ini negara-negara miskin yang sudah berada dalam antrean akan makin lama berada di daftar tunggu," katanya.
Kanada saat ini mengaku sudah tidak menggunakan vaksin Covax agar stok yang ada di perusahaan farmasi itu bisa didistribusikan ke negara-negara berkembang. Inggris juga sudah menyumbangkan 10 juta vaksin kenegara berkembang dari target mereka mengirim 100 juta dosis vaksin.
Covax awalnya akan mengirimkan dua miliar dosis vaksin hingga akhir tahun ini namun hingga penghujung tahun perusahaan baru mengirimkan 371 juta dosis.
(ysw)
tulis komentar anda