Ini Alasan Wanita Menyukai Lelaki Bad Boys, Tapi Hanya untuk Cinta Sesaat
loading...
A
A
A
LONDON - Para ilmuwan berhasil mengungkap alasan mengapa kebanyakan wanita menyukai tipikal lelaki Bad Boys. Namun, para ilmuwan mengingatkan, perasaan suka wanita terhadap lelaki Bad Boys itu hanya untuk cinta sesaat saja.
Dalam berbagai tayangan sinetron atau film, beberapa karakter yang dianggap menarik adalah sosok lelaki Bad Boys. Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of Western Australia, membuktikan hal tersebut terjadi di dunia nyata, bukan hanya di layar kaca.
Para ilmuwan University of Western Australia mensurvei lebih dari 1.300 wanita dari 47 negara tentang preferensi mereka terhadap pria. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan lebih memilih laki-laki yang berani mengambil risiko, namun hanya untuk teman kencan jangka pendek.
“Dalam kemitraan jangka panjang, tertarik pada orang yang suka mengambil risiko cenderung menjadi kerugian yang berlebihan. Kemudian wanita akan mengurangi ketertarikan terhadap orang yang suka mengambil risiko,” jelas tim tersebut dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Rabu (8/11/2023).
Para peneliti melibatkan 1.304 wanita dari 47 negara, yang berusia 18-40 tahun. Awalnya, para peserta mengisi survei tentang usia, jenis kelamin, lokasi, status hubungan, orientasi seksual, pendapatan rumah tangga, dan kesehatan.
Selanjutnya, para wanita diminta untuk menilai seberapa menarik deskripsi mereka tentang berbagai pria, baik untuk hubungan jangka pendek maupun jangka panjang. Deskripsinya mencakup rincian tentang kecenderungan dan pekerjaan pria tersebut dalam mengambil risiko.
Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang menilai dirinya sehat dan tinggal di negara dengan harapan hidup lebih tinggi menganggap laki-laki yang berisiko tinggi, lebih menarik sebagai pasangan jangka pendek.
Penjelasan yang bisa saling melengkapi adalah bahwa perempuan di negara-negara yang lebih sehat memiliki kendali lebih besar. Misalnya apakah mereka akan hamil dalam hubungan jangka pendek (melalui kontrasepsi dan aborsi), oleh karena itu mampu memilih pasangan laki-laki yang berisiko.
Penelitian ini muncul tak lama setelah penelitian mengungkapkan bahwa wanita lebih memilih pria berotot dalam hal hubungan jangka pendek. Namun, lelaki yang bersikap lucu bisa membantu menemukan hubungan jangka panjang, karena wanita menyukai selera humor yang baik, selama dia atau orang lain tidak menjadi korban lelucon tersebut.
Peneliti terhadap 384 wanita dan meminta mereka membayangkan didekati oleh seorang pria lajang di sebuah bar. Pria ini memiliki tubuh yang berotot, atau kurang berotot, dalam foto yang diubah secara digital yang diperlihatkan kepada masing-masing sukarelawan.
Wanita yang diperlihatkan pria yang lebih berotot menilai pria itu jauh lebih menarik untuk hubungan jangka pendek dibandingkan wanita yang diperlihatkan pria yang lebih kurus. Jadi kesehatan dan bentuk tubuh pria juga ikut mempengaruhi penilai wanita.
Lihat Juga: The Alpha Under 40 Apresiasi 20 Figur Muda, Liliana Tanoesoedibjo: Mereka Sudah Berprestasi
Dalam berbagai tayangan sinetron atau film, beberapa karakter yang dianggap menarik adalah sosok lelaki Bad Boys. Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of Western Australia, membuktikan hal tersebut terjadi di dunia nyata, bukan hanya di layar kaca.
Para ilmuwan University of Western Australia mensurvei lebih dari 1.300 wanita dari 47 negara tentang preferensi mereka terhadap pria. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan lebih memilih laki-laki yang berani mengambil risiko, namun hanya untuk teman kencan jangka pendek.
Baca Juga
“Dalam kemitraan jangka panjang, tertarik pada orang yang suka mengambil risiko cenderung menjadi kerugian yang berlebihan. Kemudian wanita akan mengurangi ketertarikan terhadap orang yang suka mengambil risiko,” jelas tim tersebut dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Rabu (8/11/2023).
Para peneliti melibatkan 1.304 wanita dari 47 negara, yang berusia 18-40 tahun. Awalnya, para peserta mengisi survei tentang usia, jenis kelamin, lokasi, status hubungan, orientasi seksual, pendapatan rumah tangga, dan kesehatan.
Selanjutnya, para wanita diminta untuk menilai seberapa menarik deskripsi mereka tentang berbagai pria, baik untuk hubungan jangka pendek maupun jangka panjang. Deskripsinya mencakup rincian tentang kecenderungan dan pekerjaan pria tersebut dalam mengambil risiko.
Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang menilai dirinya sehat dan tinggal di negara dengan harapan hidup lebih tinggi menganggap laki-laki yang berisiko tinggi, lebih menarik sebagai pasangan jangka pendek.
Penjelasan yang bisa saling melengkapi adalah bahwa perempuan di negara-negara yang lebih sehat memiliki kendali lebih besar. Misalnya apakah mereka akan hamil dalam hubungan jangka pendek (melalui kontrasepsi dan aborsi), oleh karena itu mampu memilih pasangan laki-laki yang berisiko.
Penelitian ini muncul tak lama setelah penelitian mengungkapkan bahwa wanita lebih memilih pria berotot dalam hal hubungan jangka pendek. Namun, lelaki yang bersikap lucu bisa membantu menemukan hubungan jangka panjang, karena wanita menyukai selera humor yang baik, selama dia atau orang lain tidak menjadi korban lelucon tersebut.
Peneliti terhadap 384 wanita dan meminta mereka membayangkan didekati oleh seorang pria lajang di sebuah bar. Pria ini memiliki tubuh yang berotot, atau kurang berotot, dalam foto yang diubah secara digital yang diperlihatkan kepada masing-masing sukarelawan.
Wanita yang diperlihatkan pria yang lebih berotot menilai pria itu jauh lebih menarik untuk hubungan jangka pendek dibandingkan wanita yang diperlihatkan pria yang lebih kurus. Jadi kesehatan dan bentuk tubuh pria juga ikut mempengaruhi penilai wanita.
Lihat Juga: The Alpha Under 40 Apresiasi 20 Figur Muda, Liliana Tanoesoedibjo: Mereka Sudah Berprestasi
(wib)