Sibak Rahasia Tata Surya, NASA Jalani Mission Impossible Comot Batu Asteroid

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 01:12 WIB
loading...
Sibak Rahasia Tata Surya, NASA Jalani Mission Impossible Comot Batu Asteroid
Pesawat luar angkasa OSIRIS-REx NASA diatur untuk mengambil sampel asteroid berbentuk berlian Bennu. Foto/NASA/Goddard/University of Arizona
HOUSTON - NASA akan melakukan misi mustahil alias mission impossible guna mengungkap rahasia tata surya. Ya, pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx milik mereka akan melakukan manuver mencengkeram asteroid Bennu untuk mengambil sampel batuannya dan mengirim kembali ke Bumi . (Baca juga: Jarak Lebih Dekat Dibanding Bulan, Asteroid Ini Melintasi Bumi secara Aman )

Ya pesawat ruang angkasa NASA itu akan merasakan untuk pertama kalinya asteroid. Tepatnya, pada 20 Oktober 2020, sekitar 334 juta kilometer dari Bumi, OSIRIS-REx akan mendekati asteroid berwarna gelap berbentuk berlian bernama Bennu.

Dalam hitungan detik, OSIRIS-REx akan menyentuh permukaan Bennu untuk mengumpulkan koleksi debu dan kerikil dari asteroid tersebut. Jika berhasil, pesawat ruang angkasa itu kemudian akan menerbangkan puing-puing yang kaya karbon ini kembali ke Bumi, di mana para ilmuwan dapat menyelidikinya untuk mencari petunjuk sejarah tata surya.

Laman Nature.com mengutarakan, perjalanan ke permukaan Bennu tidak akan mudah. Pesawat ruang angkasa itu harus melewati sebuah batu besar menjulang yang dijuluki Mount Doom, lalu menuju area pengambilan sampel yang tidak lebih dari beberapa tempat parkir mobil.

“Kami mungkin tidak berhasil pada upaya pertama kami,” kata Dante Lauretta, penyelidik utama misi dan ilmuwan planet di Universitas Arizona di Tucson.



Namun jika berhasil, dia berharap, dunia melihatnya sebagai kabar baik. "Sesuatu yang dapat kami banggakan dengan semua kegilaan yang terjadi tahun ini," ujarnya. (Baca juga: Nikita Willy Indra Priawan Nikah, Mas Kawinnya Emas 75 Gram Bertahta Berlian )

Diluncurkan pada 2016, OSIRIS-REx yang dibangun dengan biaya senilai Rp12 triliun merupakan misi pengambilan sampel asteroid pertama NASA. Program ini mengikuti dua misi dari Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) yang telah mengambil debu dari permukaan asteroid -termasuk beberapa yang diambil tahun lalu yang saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke Bumi untuk dianalisis.

Sebelum misi JAXA, para ilmuwan mempelajari tentang isi asteroid terutama dengan mempelajari meteorit yang jatuh ke Bumi -dan yang dapat terkontaminasi saat mereka melakukan perjalanan melalui atmosfer dan menabrak planet.

Mengambil sampel langsung dari asteroid menawarkan kilasan murni pada bebatuan yang tersisa dari pembentukan tata surya lebih dari 4,5 miliar tahun lalu. Setiap asteroid memiliki ceritanya sendiri untuk diceritakan tentang bagaimana dia terbentuk dan berevolusi dari waktu ke waktu.

Nah Bennu sangat memikat karena mungkin mengandung bahan yang kaya akan senyawa organik yang ditemukan di seluruh tata surya, termasuk kehidupan di Bumi.
Sibak Rahasia Tata Surya, NASA Jalani Mission Impossible Comot Batu Asteroid

Pertama-tama, OSIRIS-REx harus melakukan pengambilan sampel. Ketika Lauretta dan rekan-rekannya memilih Bennu sebagai targetnya, mereka mengira asteroid selebar 500 meter itu akan relatif mulus dan mudah untuk mendarat.



Tetapi setelah OSIRIS-REx tiba dan mulai mengorbit Bennu pada 2018, pesawat itu melihat lebih dekat dan menemukan batu-batu besar yang berbahaya.

Jadi insinyur misi mengembangkan sistem otomatis untuk memandu pesawat ruang angkasa itu ke permukaan. Ini mengumpulkan gambar saat pesawat ruang angkasa turun dan membandingkannya dengan gambar yang diambil sebelumnya dari wilayah target yang sama.

OSIRIS-REx kemudian dapat melacak apakah itu aman di jalur yang telah dipilih sebelumnya. Jika tidak, dia dapat membatalkan secara mandiri dan terbang menjauh dari asteroid, menunggu kesempatan kedua untuk turun.
halaman ke-1
preload video
KOMENTAR ANDA