Ilmuwan Teliti Nanobodi Llama untuk Meredam Pandemi Covid-19

loading...
Ilmuwan Teliti Nanobodi Llama untuk Meredam Pandemi Covid-19
Peneliti National Institutes of Health telah mengisolasi satu set antibodi kecil atau "nanobodies," melawan SARS-CoV-2 yang diproduksi secara alami oleh Llama bernama Cormac. Foto/dok
PENELITI National Institutes of Health telah mengisolasi satu set antibodi kecil atau nanobodi yang mampu melawan SARS-CoV-2 yang diproduksi secara alami oleh Llama bernama Cormac. Hasil awal yang diterbitkan dalam Laporan Ilmiah menunjukkan bahwa setidaknya satu dari nanobodi (NIH-CoVnb-112) dapat mencegah infeksi dan mendeteksi partikel virus dengan menangkap protein lonjakan SARS-CoV-2.

Penelitian ini dipimpin oleh sepasang ahli saraf, Thomas J. "T.J." Esparza, B.S., dan David L. Brody, M.D., Ph.D., yang bekerja di laboratorium pencitraan otak di National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) NIH. (Baca: Mutasi Corona Ditemukan, Ilmuwan Takut Vaksin Covid-19 Tak Mempan)

"Selama bertahun-tahun, TJ dan saya telah menguji bagaimana menggunakan nanobodies untuk meningkatkan pencitraan otak. Ketika pandemi (Covid-19) merebak, kami pikir bisa menemukan antibodinya," kata Dr. Brody, yang juga seorang profesor di Uniformed Services University for the Health Sciences dan penulis senior studi tersebut.

"Kami berharap nanobodies anti-COVID-19 ini dapat sangat efektif dan serbaguna memerangi pandemi virus corona," katanya seperti dikutip Sciencedaily.com.



Nanobodi adalah jenis antibodi khusus yang secara alami diproduksi oleh sistem kekebalan unta, sekelompok hewan yang mencakup unta, llama, dan alpaka. Penemuan ini memainkan peran penting dalam pertahanan sistem kekebalan dengan mengenali protein pada virus, bakteri, dan penyerang lain, yang juga dikenal sebagai antigen. (Baca juga: Peneliti Fakultas Biologi UGM Kembangkan Citra Labu Gama)

Karena nanobodi lebih stabil, lebih murah untuk diproduksi, dan lebih mudah untuk direkayasa daripada antibodi biasa, banyak peneliti, termasuk Mr. Esparza dan Dr. Brody, telah menggunakannya untuk penelitian medis.

Sejak pandemi merebak, beberapa peneliti telah menghasilkan nanobodi Llama melawan protein lonjakan SARS-CoV-2 yang mungkin efektif dalam mencegah infeksi. Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan strategi yang sedikit berbeda.



"Salah satu hal menarik tentang nanobodi adalah, tidak seperti kebanyakan antibodi biasa, mereka dapat disemprotkan dan dihirup untuk melapisi paru-paru dan saluran udara dari virus," kata Dr. Brody. Tim telah mengajukan paten pada nanobody NIH-CoVnB-112. (Baca juga: Cerita Perjuangan Ilmuwan Demi Membuat Vaksin Covid-19)

"Dengan dukungan dari NIH, kami bergerak untuk menguji apakah nanobodi ini bisa menjadi perawatan pencegahan yang aman dan efektif dari virus Covid-19," katanya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top