Rumus Firaun Bangun Piramida, Bikin Rakyat Menderita ?

Minggu, 11 April 2021 - 15:14 WIB
loading...
Rumus Firaun Bangun Piramida, Bikin Rakyat Menderita ?
Ilustrasi Piramida Giza. FOTO/IST
KAIRO - Penemuan Kota Emas Firaunbaru ini membuat gempar dunia, lalu bagaimana Firaun membangun kota itu dan mendirikan Piramida hingga sekarang belum terjawab dengan pasri.

Kepercayaan rakyat Mesir kuno adalah Dewa Matahari. Firaunsebagai putra dari Dewa. Bagi rakyat Mesir kuno, hidup manusia di bumi ini hanya sangat pendek, dan masa depan adalah abadi.

BACA JUGA - Kota Emas Firaun Ditemukan, Semua Mata Dunia Tertuju ke Mesir

Seorang praktisi arkeologi peradaban Mesir, menyebut Firaunhidup dari zaman Mesir kuno, namanya adalah Den (disebut juga: Dewen, Hor-Den dan Udimu).

Firaun Den naik tahta pada usia muda, memerintah Mesir kuno di pesisir Sungai Nil selama 37 tahun, meninggal pada usia 58 tahun.



BACA JUGA - Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Ahli Gali Keberadaan Tongkat Nabi Musa

Setelah Firaun Den naik tahta di usia mudanya, mulai membangun makamnya, piramida. Demi secepatnya menyelesaikan pembangunan piramida itu, Firaun memberi perintah untuk menaikkan pajak, manambah jumlah budak pekerja menyebabkan seluruh rakyat seantero Mesir menderita.

Pakar asal Mesir itu yakin dia memiliki jawaban atas bagaimana peradaban kuno mampu membangun struktur yang rumit, meski kekurangan teknologi modern.

Para peneliti dari Glen Dash Research Foundation yang berbasis di Amerika Serikat dan Asosiasi Riset Mesir Kuno (AERA) sebelumnya mengidentifikasi adanya 'cacat' pada struktur bangunan tersebut.

Melansir Express, Kamis, 12 November, sebuah teori populer menunjukkan bahwa struktur berusia 4.500 tahun, yang diperkirakan berbobot lebih dari enam juta ton, dibangun setelah batu-batu besar dipindahkan dari tambang terdekat, diseret dan diangkat ke tempatnya.



Para ahli menemukan, tiga sisi dasar piramida pernah memiliki panjang antara 230,295 meter dan 230,373 meter, tetapi sisi barat berada antara 230,378 meter dan 230,436 meter - yang berarti turun sekitar 14,1 cm.

Namun, sisi-sisinya sangat pas, bersama dengan titik-titik mata angin utara, selatan, timur dan barat, dengan ketiga piramida terbesar Mesir - dua di Giza dan satu di Dahshur - sangat selaras.

Arkeolog dan insinyur Glen Dash berkata: "Ketiga piramida menunjukkan kesalahan yang sama, mereka diputar sedikit berlawanan arah jarum jam dari titik mata angin.”
halaman ke-1
preload video
KOMENTAR ANDA