Perseverances Dapatkan Bukti Adanya Kehidupan Purba di Planet Mars

Sabtu, 11 September 2021 - 12:01 WIB
loading...
Perseverances Dapatkan Bukti Adanya Kehidupan Purba di Planet Mars
Penjelajah NASA Perseverance yang mengirim data bebatuan di Mars memberi pengetahuan bahwa sampel tersebut mengandung gelembung air purba. Foto/NASA JPL Caltech
A A A
CALIFORNIA - Penjelajah NASA Perseverance yang mengirim data bebatuan di Mars memberi pengetahuan bahwa sampel tersebut mengandung gelembung air purba. Bukti ini menguatkan pendapat ilmuwan bahwa Mars dulunya merupakan planet layak huni.

Dikutip CNN, Sabtu (11/9/2021), Perseverance berhasil mengumpulkan dua sampel batuan pertamanya pada tanggal 6 dan 8 September 2021 lalu yang dijuluki Montdenier dan Montagnac, dari batuan yang sama bernama Rochette. Sampel batu itu diambil dari Kawah Jezero, situs danau kuno lebih dari 3 miliar tahun yang lalu.

Sampel batuan yang ditemukan mengandung mineral garam, yang dapat mengungkapkan wawasan tentang iklim purba dan kelayakhunian Mars miliaran tahun yang lalu.



"Batuan ini memiliki potensi ilmiah yang tinggi, kami memutuskan untuk mendapatkan dua sampel di sini," kata Katie Stack Morgan, wakil ilmuwan proyek Perseverance di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

Bebatuan di dalam kawah dapat memberi tahu para ilmuwan tentang aktivitas gunung berapi purba di daerah tersebut, serta apakah air hadir untuk jangka waktu yang lama, atau apakah air itu datang dan pergi saat iklim berfluktuasi.

Batuan Rochette bersifat basaltik, artinya kemungkinan besar dibuat oleh aliran lava purba. Mineral kristal di dalam batuan seperti ini dapat membantu para ilmuwan mendapatkan penanggalan yang sangat akurat dan mengetahui kapan batu itu terbentuk.

Mineral garam di dalam batuan adalah hasil dari batuan yang diubah dari waktu ke waktu. Mereka bisa terbentuk ketika air tanah mengubah mineral asli di dalam batu lava atau ketika air menguap dan meninggalkan garam.



Sementara air tanah mungkin merupakan bagian dari danau yang pernah mengisi Kawah Jezero dan delta sungainya, para ilmuwan tidak dapat mengabaikan fakta bahwa air mungkin telah melewati bebatuan bahkan setelah danau mengering dan menghilang.
Halaman :
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2880 seconds (0.1#10.140)