Melinda Gates Ungkap Kekagumannya pada Peneliti Indonesia Adi Utarini

Sabtu, 18 September 2021 - 12:00 WIB
loading...
Melinda Gates Ungkap Kekagumannya pada Peneliti Indonesia Adi Utarini
Unggahan instagram Melinda Gates yang mengungkapkan kekagumannya pada Adi Utarini. Foto/Instagram.
A A A
JAKARTA - Majalah TIME baru-baru ini merilis daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia 2021. Nama Adi Utarini , peneliti perempuan Indonesia masuk dalam daftar 100 Most Influential People 2021 untuk kategori Pioneers.

Tak hanya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, pendiri yayasan Bill & Melinda Gates Foundation, Melinda French Gates ikut mengagumi sosok Adi Utarini. Kekaguman Melinda disampaikan melalui postingan di akun Instagram-nya @melindafrenchgates baru-baru ini. Dalam postingan tersebut, Melinda memajang foto Adi Utarini.

Baca juga : Bahaya, Toyota Ajukan Paten agar Mobil Bisa Jadi Mata-mata Polisi Lalu Lintas

Dalam unggahannya, mantan istri Bill Gates itu mengatakan tidak pernah menyangka akan begitu tertarik mempelajari gigitan nyamuk sampai akhirnya bertemu Adi Utarini. Setelahnya Melinda berubah pikiran dan menjadi sangat tertarik mengetahui banyak hal tentang nyamuk.

Dalam sebuah eksperimen yang menjadi sebuah terobosan, kata Melinda, Adi Utarini membuktikan bahwa menginokulasi nyamuk dengan bakteri yang disebut Wolbachia. Hal itu dapat membantu menurunkan tingkat demam berdarah yang mematikan dengan mencegah mereka menularkan penyakit.

"Saya bangga menulis tentang karya Adi Utarini untuk #Time100 tahun ini. Saya harap Anda mengenalnya sebagai inspirasi seperti yang saya lakukan," tulis Melinda dikutip dari akun Instagram pribadinya.

Baca juga : Mobil Buruk Rupa Tenaga Surya Ini Siap Touring Rusia-China

Bergelar lengkap Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D, Adi Utarini adalah Profesor Health Policy and Management di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, Adi Utarini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM tahun 1989 .

Sebagai seorang peneliti, Adi Utarini diketahui bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari World Mosquito Program. Program ini untuk mengendalikan ancaman demam berdarah dengan menginokulasi nyamuk bersama Wolbachia, bakteri yang tidak berbahaya bagi manusia tetapi bisa mencegah nyamuk menularkan demam berdarah melalui gigitannya.

Sebuah studi terobosan yang Adi bantu pimpin ini, disebutkan sebagai yang pertama membuktikan teknik ini berhasil bisa menurunkan tingkat penyakit demam berdarah di lingkungan masyarakat. Atas keberhasilannya terebut Adi Utarini pun sempat memiliki julukan Mantri Nyamuk UGM.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1958 seconds (11.252#12.26)