NASA Berambisi Membangun Pangkalan Luar Angkasa di Bulan

Selasa, 30 November 2021 - 07:01 WIB
loading...
NASA Berambisi Membangun Pangkalan Luar Angkasa di Bulan
NASA berambisi membuat pangkalan luar angkasa di bulan untuk eksplorasi luar angkasa di masa depan. Foto/NASA
WASHINGTON - Badan antariksa nasional Amerika NASA berambisi untuk membangun pangkalan luar angkasa di bulan untuk eksplorasi luar angkasa di masa depan. Untuk mewujudkan itu, NASA sedang merancang reaktor nuklir di bulan untuk sumber energi di masa mendatang.

Menurut pernyataan dari Idaho National Laboratory (INL) Departemen Energi pada 19 November, pihaknya bekerja sama dengan NASA untuk menempatkan reaktor fisi tahan lama di bulan, berdaya tinggi yang tidak bergantung pada matahari dalam 10 tahun mendatang.

Saat ini, INL sedang mencari proposal dari mitra luar untuk memulai proyek besar ini, dengan batas waktu penyerahan ke NASA pada 19 Februari 2022.

BACA: Bumi Dalam Bahaya, Organisme Alien Bisa Menyerang Melalui Pesawat Luar Angkasa



Pejabat INL mengatakan, reaktor ini akan membantu mengubah bulan menjadi pangkalan luar angkasa untuk eksplorasi ruang angkasa manusia. "Rekator nuklir ini termasuk untuk misi berawak ke Mars di masa depan," kata pejabat tersebut seperti dikutip Live Science, Selasa (30/11/2021).

Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA di Washington, D.C Jim Reuter mengatakan, energi yang melimpah akan menjadi kunci untuk eksplorasi ruang angkasa di masa depan.

"Saya berharap sistem tenaga permukaan fisi akan sangat bermanfaat bagi rencana kami untuk menyiapkan energi di bulan dan Mars. Bahkan mendorong inovasi untuk digunakan di Bumi," katanya.

Reaktor yang diusulkan harus berupa reaktor fisi bertenaga uranium, yaitu yang dapat memecah inti atom berat menjadi inti yang lebih ringan, melepaskan energi sebagai produk sampingan.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Mobil Seken Keluarga Murah Meriah, Tertarik?

Reaktor memiliki berat tidak lebih dari 6.000 kilogram dan muat untuk dibawa ke dalam roket. Reaktor akan dirakit di Bumi, kemudian diluncurkan ke bulan, di mana ia harus menyediakan 40 kilowatt daya listrik terus menerus selama 10 tahun.



Reaktor juga harus memiliki kontrol suhu untuk menjaga perangkat tetap dingin. Karena suhu di bulan bisa mencapai lebih dari 260 derajat Fahrenheit, atau 127 derajat Celcius, pada siang hari.
(ysw)
KOMENTAR ANDA