Sempurnakan Kiamat di Eropa, Vladimir Putin Siap Terjunkan Yajuj dan Majuj?

Kamis, 29 September 2022 - 13:59 WIB
loading...
Sempurnakan Kiamat di Eropa, Vladimir Putin Siap Terjunkan Yajuj dan Majuj?
Perang Nuklir bisa memici hadirnya Kiamat lebih cepat. FOTO/ IST
A A A
MOSCOW - Perang Rusia dan Ukraina yang terus berlanjut, membuat Rusia ngoitot untuk mengerahkan senjatan nuklir dan senjata biologis untuk menciptakan Kiamat di Eropa. Tak hanya itu saja negara-negara Komunis seperti Rusia dan China dituding siap menerjunkan Yajuj dan Majuj atau tentara biologis untuk berperang.

BACA JUGA - Bukan Gertak Sambal, China Realisasikan Ancamannya pada Australia

Rencana tersebut diungkap secara lengkap oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu. Dia menyebut, ada potensi besar dibalik lokasi terkuburnya orang-orang Scythian berusia 3.000 tahun di sana.

Shoigu sendiri telah memprakarsai penggalian arkeologi Rusia-Swiss terkait Scythian sejak 2018 lalu. Ia bahkan merekrut seorang dukun modern untuk memastikan penggalian itu tidak membuat marah para roh.

"Kami sudah melakukan beberapa ekspedisi di sana, ini adalah ekspedisi internasional yang besar. Banyak hal yang telah dikonfirmasi, tetapi masih banyak yang harus dilakukan," kata Shoigu, dikutip dari Dailymail.

Dalam penemuan tersebut, ia menemukan sisa-sisa manusia dan hewan purba yang terpelihara dengan baik. Ia menambahkan, tanpa menjelaskan lebih lanjut penelitian genomik yang direncanakan itu, bahwa ekspedisi ini 'secara umum akan sangat menarik'.

Pemakaman orang-orang Scythians berada di lapisan es dan menurut para ilmuwan, bahan organik harus diawetkan di sana. Pemakaman tersebut adalah salah satu sisa-sisa makam Scythian sebelumnya.

Scythian adalah orang nomaden kuno yang tinggal terutama di wilayah yang dikenal sebagai Scythia, yang saat ini terdiri dari sejumlah wilayah di Kazakhstan, Rusia, dan Ukraina timur.

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar operasi militer terbesar sejak Perang Dunia Kedua untuk bergabung dengan operasi militer di Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat menyebar ke seluruh Eropa.

“Kremlin akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk melindungi integritas teritorial Rusia dan rakyat negara ini. Ini bukan gertakan, Setiap pihak yang mencoba memeras kami dengan senjata nuklir perlu mengingat bahwa angin juga dapat berubah arah,” tegasnya seperti dilansir RT Selasa (27/9/2022).

Peringatan keras itu secara luas ditafsirkan sebagai Putin yang berpotensi bersiap untuk mengerahkan senjata nuklir sebagai 'upaya terakhir' setelah kemajuan militer Ukraina untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Moskow.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1949 seconds (11.210#12.26)