5 Kota Kuno Terkenal yang Sudah Lenyap, Nomor 3 Paling Mengenaskan

Rabu, 15 Desember 2021 - 21:03 WIB


Kota Pompeii berkembang pesat di dekat Napoli, Italia. Kota Pompeii dikenal sebagai kota yang ramai, sangat kaya, dan kosmopolitan. Kondisi itu dapat terlihat dari mosaik rumit di dalam rumah-rumah penduduk Pompeii yang kaya. Para penduduk Pompeii diperkirakan ketika berlibur melakukan perjalanan ke Mesir.

Namun, pada 24 Agustus 79 Masehi, hanya dalam setengah hari Kota Pompeii musnah terkubur di bawah gas beracun dan puing-puing letusan Gunung Vesuvius. Saat ini kota Pompeii adalah salah satu situs arkeologi terpenting di dunia karena lapisan abu secara tidak langsung justru melestarikan kota dan penghuninya.

Hampir 2.000 mayat telah ditemukan di Pompeii kuno, seringkali tengah berjuang menyelamatkan diri di akhir masa hidupnya. Sampel tanah menunjukkan tanaman anggur dan zaitun yang sering dibudidayakan oleh budak yang terampil. (Baca juga; Mirip Bom Hiroshima, Gelombang Panas Gunung Vesuvius di Pompeii Bikin Meleleh Kota Herculaneum )

4. Kartago (Carthage)



Terletak di pinggiran kota Tunis, Tunisia, Kota Kartago adalah permata legendaris dari zaman kuno Afrika Utara. Kota itu adalah rumah bagi Hannibal, yang secara luas dianggap sebagai salah satu komandan militer terbesar yang pernah ada di dunia. Dikisahkan dia membawa gajah melalui Pegunungan Alpen dalam perjalanannya untuk menyerang Roma.

Didirikan oleh orang Fenisia pada abad ke-9 SM, kota besar yang terletak di Teluk Tunis itu terbakar habis selama Perang Punisia pada 146 SM. Kemudian dibangun kembali oleh orang Romawi, tetapi hanya sedikit yang tersisa dari penduduk Fenisia awal. (Baca juga; Resor Mewah Abad Ke-5, Istana Sigiraya Melayang di Ketinggian 200 Meter )

Di kota yang dibangun kembali, tangki air dan akuifer Romawi yang besar menampung air yang akan digunakan di pemandian umum rumit yang menampung sauna, kolam renang, dan lebih dari 100 kamar marmer. Kota ini menjadi sebagai salah satu kota terpenting di Kerajaan Romawi sebelum kemudian kembali hancur untuk kedua kalinya.

5. Tikal



Tikal merupakan Kota Maya kuno yang tersembunyi di hutan hujan Guatemala. Tikal merupakan kota metropolis yang berkembang antara tahun 200 dan 900 M, sampai akhirnya ditinggalkan begitu saja oleh penduduknya dan hanya meninggalkan reruntuhan bangunan yang misterius.

Kota ini diperkirakan menampung populasi penduduk sekitar 40.000 hingga 60.000 orang pada puncak akhir periode Klasik (600 - 900 M). Kota ini mampu mendukung populasi yang begitu besar karena pertanian intensif di tanah rawa yang mengelilinginya.

Namun, sekitar abad ke-9, kota besar itu ditinggalkan. Sebuah studi yang diterbitkan Scientific Reports tahun lalu menunjukkan kontaminasi ganggang beracun yang ditemukan di reservoir kuno dan membuat air tidak dapat diminum. (Baca juga; Arkeolog Temukan Tempat Upacara Tertua dan Terbesar Suku Maya )
Halaman :
tulis komentar anda
Follow
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More