9 Jenis Ular Paling Berbahaya di Dunia

Jum'at, 05 November 2021 - 13:23 WIB
loading...
9 Jenis Ular Paling Berbahaya di Dunia
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini tercatat ada lebih dari 3.000 spesies ular di seluruh dunia. Foto/Ist
A A A
ULAR paling berbahaya di dunia adalah ular-ular yang bisa membunuh dalam waktu sangat singkat. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini tercatat ada lebih dari 3.000 spesies ular yang tersebar hampir seluruh penjuru di dunia.

Di dalamnya termasuk sekitar 600 spesies ular berbisa, dengan 200 spesies di antarnya menimbulkan masalah kesehatan yang serius bagi manusia. Diperkirakan ada lebih dari 5,4 juta kasus orang yang mengalami gigitan ular tiap tahunnya, dengan sekitar 81.000 hingga 138.000 kasus meninggal dunia. (Baca juga; Spesies Pohon Aneh dengan Buah Mirip Lentera Ditemukan di Hutan Amazon )

Dilansir dari PetPintar, 4 jenis ular paling mematikan di duniadan dapat membunuh dalam waktu yang singkat. Berikut daftar ular paling mematikan di dunia, ada beberapa yang habitatnya di Indonesia:

1. Ular Beludak Sisik Gergaji
Ular beludak sisik gergaji atau yang memiliki nama Latin Echis carinatus ini tergolong ke dalam jenis ular viper dengan ukuran yang relatif kecil. Memiliki nama lain saw-scaled viper, ular ini memiliki ukuran dewasa dengan panjang hingga 90 cm dengan mayoritas tubuh berwarna cokelat dengan sebagian motif putih.

Beludak sisik gergaji memiliki habitat asli dikawasan India hingga Timur Tengah. Di perkirakan ada lebih dari 10.000 orang meninggal duni per tahunnya akibat gigitan ular ini. Hal ini diakibatkan jenis ular paling berbisa yang memiliki karakteristik agresif dan mudah menyerang sering di temukan di daerah padat penduduk.

2. Ular King Kobra
King kobra jadi salah satu jenis ular paling berbisa di Indonesia dan paling ditakuti karena ukurannya yang besar. Saat dewasa, ular king kobra bahkan bisa punya panjang sekitar 5,85 meter. Ular yang memilki nama latin Ophiophagus Hannah ini menjadi hewan endemik di kawasan India hingga Asia Tenggara, dengan habitat hidup dengan ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut.

Walaupun punya karakteristik yang menghindari kontak dengan manusia, ular king kobra akan menjadi agresif saat merasa terancam. Sebagai ular berbisa dengan ukuran terbesar di dunia, king kobra bahkan dapat memberikan bisa yang cukup untuk membunuh seekor gajah. (Baca juga; Ratu Ular Purwokerto Rayakan Ulang Tahun Bersama King Kobra )

3. Ular Harimau
Ular harimau yang memiliki nama latin Notechis scutatus memiliki mirip kobra, yakni dengan mengangkat tubuh. Ular harimau mendiami sebagian besar wilayah Australia, seperti New South Wales, Queensland, Victoria, sehingga Pulau Tasmania.

Ciri utama dari ular ini adalah tubuh bagian atas yang memiliki warna cokelat hingga hitam. Bagian bawahnya yang cenderung berwarna kekuningan. Penanaman ular ini pun didasari dengan adanya pola loreng hitam-kuning mirip seperti harimau, mulai dari kepala hingga tubuh bagian tengahnya.

4. Ular Taipan Pedalaman
Ular paling mematikan di dunia lainnya ada ular taipan pendalaman atau dikenal sebagai “fierce snake” di Negara Barat karena karakteristiknya. Secara umum, ular dengan nama latin oxyuranus microlepidotus ini menghidari musuhnya. Namun dalam keadaan tersedak, ular taipan pendalaman dapat menyerang dengan cepat dan ganas.

Taipan daratan yang menjadi endemic kawasan Australia ini memiliki karakteristik tubuh berwarna coklat dengan bagian perut berwarna kekuningan. Panjangnya sendiri berkisar 2,5 meter. Ular Taipan pedalaman dapat menyuntikkan bisa yang mengakibatkan pendarahan dipembuluh darah dan jaringan otot, serangannya bisa menyebabkan kematian manuasia dalam waktu 1 jam saja.

5.Ular Laut Belcher
Sebagaimana namanya, ular laut Belcher ini umumnya mendiami wilayah perairan dengan habitat paling banyak di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik, termasuk di Indonesia. Ular laut Belcher mudah dikenali dari corak tubuhnya yang merupakan paduan hitam dan putih, serta bentuk ekornya yang menyerupai dayung untuk berenang di dalam air.

Walau dikenal cukup jinak dan jarang menyerang manusia, tapi jangan remehkan bisa dari ular ini. Ular dengan nama Latin Hydrophis belcheri ini punya bisa yang 100 kali lebih mematikan dibanding ular taipan pedalaman yang dibahas sebelumnya

6. Ular Mamba Hitam
Ular mamba hitam atau yang banyak dikenal dengan sebutan black mamba ini menjadi ular paling mematikan sekaligus tercepat di dunia. Black mamba mampu bergerak dengan kecepatan hingga 5,5 meter per detik.Mamba hitam mendapat julukannya ini karena mulut dan lidahnya yang berwarna hitam. Namun secara keseluruhan, ular ini memiliki panduan warna abu-abu dan putih pada tubuhnya.

Ular dengan nama Latin Dendroaspis polylepis sebagian besar mendiami wilayah Afrika dengan ketinggian hingga 1.800 meter di atas permukaan laut.Salah satu hal paling menakutkan dari ular mamba hitam adalah banyaknya korban yang tidak menyadari sudah terkena gigitannya.Terlebih jika tanpa penanganan medis segera, bisa pada ular mamba hitam dapat membunuh manusia dalam waktu kurang dari 30 menit.

7.Ular Welang
Ular welang merupakan salah satu jenis ular di Indonesia yang cukup berbahaya dan memiliki karakteristik bisa yang sangat mematikan. Masih satu famili dengan ular kobra, jenis ular berbisa dengan nama Latin Bungarus fasciatus ini memiliki jenis bisa neurotoksin yang dapat menyebabkan kelumpuhan sistem saraf, jantung, dan pernapasan.

Penamaan ular welang didasari oleh pola tubuhnya yang berpola belang hitam-kuning atau hitam-putih pada umumnya.Selain di Indonesia, ular ini menyebar di sebagian besar kawasan Asia Tenggara hingga Asia Selatan.Kebanyakan kasus gigitan ular welang terjadi pada malam hari. Ini karena karakteristik ular welang yang lebih aktif pada malam hari, dibanding pada siang hari.

8. Ular Boomslang
Ular boomslang merupakan salah satu jenis ular paling berbahaya di dunia yang mendiami kawasan Afrika, khususnya di Gurun Sahara. Boomslang merujuk pada kata "boom" yang berarti pohon dan "slang" yang berarti ular, menyesuaikan karakteristik ular ini yang kebanyakan menghabiskan waktu di pepohonan.

Jenis ular dengan nama Latin Dispholidus typus tidak aktif bergerak dan lebih banyak berkamuflase layaknya dahan pada pepohonan saat hendak berburu mangsanya.Bisa pada ular boomslang bersifat hemotoksin yang menyerang sistem sirkulasi darah dan sistem otot. Umumnya bisa hemotoksin ini baru akan bereaksi dan menunjukkan dalam 48 jam setelah gigitan pertama.

9. Ular Barba Amallira
Ular barba amarilla yang memiliki nama Latin Bothrops asper ini memiliki berbagai nama lain, seperti terciopelo, cuatro narice, dan fer-de-lance. Salah satu jenis ular viper paling mematikan di dunia ini menyebar mulai bagian selatan Meksiko, Amerika Tengah, hingga bagian utara Amerika Selatan.

Jenis ular berbisa yang satu ini memiliki habitat utama di kawasan dataran rendah, bahkan sangat dekat dengan tempat tinggal manusia. Kedekatannya dengan lingkungan manusia dan sifatnya yang cenderung defensif, membuat ular barba amarilla tergolong jenis ular berbahaya dan mudah untuk menyerang.

MG10-Soraya Balqis
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1933 seconds (11.97#12.26)