Penemuan Benda Peninggalan Mpu Sindok Jadi Artefak Tertua di Situs Srigading Malang

Senin, 28 Februari 2022 - 14:51 WIB
loading...
Penemuan Benda Peninggalan Mpu Sindok Jadi Artefak Tertua di Situs Srigading Malang
Caption Lingga dan Ratna candi yang dibawa petugas ke Museum Singasari Malang (Avirista Midaada / MPI) Caption Arca Mahakala yang ditemukan di Situs Srigading Malang / FOTO DOK SINDOnews
A A A
MALANG - Temuan artefak atau benda - benda bersejarah dari Situs Srigading Malang disebut merupakan peninggalan tertua di Kabupaten Malang. Bahkan benda-benda cagar budaya peninggalan Kerajaan Mataram Kuno era Mpu Sindok, kini disimpan di Museum Singasari.

Temuan arca dan benda bersejarah ini bahkan telah disimpan sejak adanya informasi penemuan pada awal tahun 2021. Dimana dua arca yang ditemukan yakni Durga dan Mahesa Suramadu.

BACA JUGA - Belanda Kembalikan Artefak Milik Meksiko setelah 20 Tahun Menyimpannya
Pamong Budaya Ahli Muda Museum Singasari Yossi Indra Hardyanto menuturkan, pihak Museum Singasari sudah memindahkan barang cagar budaya demi keamanan sejak awal tahun 2021 lalu. Dimana saat itu warga sekitar menyebut adanya temuan dua arca yang akhirnya diamankan oleh pihak museum, usai berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Srigading.

"Jadi bukan pemindahan liar, dan dari semua koleksi dari Situs Srigading yang paling berumur sebenarnya. Kami ambilnya pas awal-awal tahun kemarin. Itu arca Mahesa Suramadu dengan arca Dewi Durga, itu yang asli bukan replika," kata Yossi Indra, saat ditemui di Situs Srigading pada Senin (28/2/2022).

Kedua arca yang ditemukan di Situs Srigading Malang menjadi penemuan benda cagar budaya tertua yang ada di Kabupaten Malang.

""Dari sini karena kami sudah dilengkapi BHST jadi bukan pemindahan liar, dan dari semua koleksi dari Situs Srigading yang paling berumur sebenarnya," bebernya.

Sayang kondisi kedua arca yang ditemukan di awal tahun 2021 lalu sudah tak lengkap. Beberapa bagian arca dinyatakan hilang dengan kondisi terdapat patahan - patahan.

"Yang Durga masih 80 persen, Mahesa Suramadu kondisinya masih sekitar 60 persen, karena kepala - kepala dan bagian-bagiannya sudah hilang," ujarnya.

Temuan dari Situs Srigading Malang sendiri bakal menambah koleksi benda-benda cagar budaya yang ditemukan dari beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Pasalnya, hingga awal 2022 setidaknya ada 215 benda cagar budaya telah disimpan di Museum Singasari Malang.

"Kami awal tahun 2022 ada 215-an koleksi, tapi ada yang replika, kami juga sudah bikin yang asli, pindahan Watugede Tumpang, Desa Nyinyit, dijadikan masterpiece dari Museum Singasari," ungkapnya.

Khusus untuk benda-benda temuan dari Situs Srigading dari dua ekskavasi atau penggalian pada Februari 2022 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, juga telah diamankan. Dua benda yakni batu ambang relung candi dan lingga, yang ditemukan di ekskavasi tahap pertama.

"Kami melakukan pengamanan terhadap semua barang temuan, mulai yang pertama dan kedua, secara prosedur kami tidak mengatakan mengambil, tapi memindahkan, atau lebih ke arah pengamanan," tuturnya.

Pengamanan ini sementara bakal dilakukan sampai pihak desa menemukan tempat yang layak dan aman untuk menyimpan beberapa benda cagar budaya yang ditemukan. Sebelum diamankan benda-benda cagar budaya ini terlebih dahulu diukur dan didata, untuk dokumentasi serta bahan laporan ke BPCB.

Sementara pasca ekskavasi tahap kedua Minggu kemarin (27/2/2022), pihaknya bekerjasama dengan kepolisian bakal memasang garis polisi dilarang melintas, serta papan larangan melakukan tindakan ilegal di situs yang berada di Dusun Manggis, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

"Tidak boleh ada aktivitas menggunakan metal detector, karena kalau penggalian liar, pencarian liar ada sanksi pidananya. Terus kemudian dipasang pavingisasi, pembuatan jalur, dan kami usahakan juga ada pembuatan pagar pembatas," terangnya.

"Sehingga bila ada aktivitas berkaitan dengan Srigading, izin terlebih dahulu kepada perangkat desa, kepada calon juru pelihara, yang nanti akan kami persilakan BPCB untuk kelengkapannya," imbuhnya.

Ia berharap penemuan situs bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno era Mpu Sindok dapat menambah referensi dan data arkeologis. "Manfaatnya banyak sebagai edukasi, dengan data arkeologis supaya generasi sekarang lebih kenal dan bangga kepada sejarahnya sendiri," tukasnya.

Sebagai informasi BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi dua tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7 - 12 Februari 2022 dimana diekskavasi pertama menggali bagian utara dan barat candi. Diekskavasi ini tim BPCB menemukan fragmen relief dan batu ratna atap candi, yang ditemukan di sisi barat candi.

Sedangkan di ekskavasi dua dilangsungkan mulai Senin (21/2/2022) sampai Sabtu (26/2/2022). Di ekskavasi tahap kedua ini, BPCB Jatim fokus membuka sisi timur dan selatan candi. Temuannya, tiga buah arca Nandaiswara yang sebelumnya sempat disebut Agastya yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), serta arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat (25/2/2022).

Arca ketiga yang ditemukan yakni Arca Agastya yang ditemukan pada Minggu (27/2/2022) kemarin. Selain menemukan arca, BPCB juga menemukan lingga di tengah candi, dua buah batu relung, satu buah batu ambang candi, dan beberapa ornamen relief, serta fragmen patahan lainnya.

Kini ekskavasi tahap kedua telah usai dilakukan Minggu kemarin (27/2/2022). Rencananya ekskavasi tahap ketiga bakal dilakukan demi dapat menampakkan tanah asli di bangunan candi tersebut.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1559 seconds (10.101#12.26)