Alat Reproduksi Reptil yang Unik, Jantan dan Bentina Punya Kelamin Ganda

Sabtu, 05 Maret 2022 - 19:01 WIB
loading...
Alat Reproduksi Reptil yang Unik, Jantan dan Bentina Punya Kelamin Ganda
Beberapa reptil memiliki organ reproduksi paling aneh dan belum banyak diketahui. Foto/Utusan
A A A
Ratusan spesies reptil yang ada memiliki banyak keunikan, mulai dari bentuk, ukuran, sampai organ reporduksinya. Beberapa reptil memiliki organ reproduksi paling aneh dan belum banyak diketahui.

Mulai dari reptil yang memiliki penis berduri hingga penis ganda, atau bahkan tidak memiliki penis sama sekali. Misalnya, Ular dan Kadal, tidak hanya memiliki satu penis, tapi dua, yang disebut hemipenes.

Hemipenis adalah salah satu dari sepasang organ squamates jantan, biasanya ada pada ular dan kadal. Hemipenes biasanya posisinya terbalik di dalam tubuh, dan everted untuk reproduksi melalui jaringan ereksi. Bentuknya pun beragam, bergantung pada spesies, dengan ornamen, seperti duri atau kait.

Baca juga; Buaya Air Asin: Reptil Tertua dan Terbesar di Dunia

Dikutip dari laman Unair.ac.id, Biawak jantan juga memiliki organ reproduksi yang disebut hemipenis. Pada Biawak muda hemipenis belum terbentuk, namun pada Biawak dewasa akan tumbuh sempurna.

Organ reproduksi pada reptil betina juga unik, meskipun belum banyak diteliti. Sebab, saat ini, sebagian besar pengetahuan tentang organ genital reptil terfokus pada individu jantan.

Namun, para ilmuwan terus berupaya untuk mempelajari organ reproduksi reptil betina. Butuh usaha lebih besar untuk mempelajari reptil betina, karena organ genitalnya terletak di bagian dalam tubuh.

Baca juga; Apakah Buaya Amfibi atau Reptil? Begini Cara Membedakannya

Bukan hanya pejantan yang memiliki genital ganda. Kadal dan ular betina juga memiliki dua klitoris atau disebut Hemiclitores. Ini pertama kali dideskripsikan pada kadal yang diteliti tahun 1995 oleh ilmuwan bernama W. Böhme.

Hemiclitoris diamati lebih kecil dari hemipenis, dan organ secara konsisten diamati pada kadal dalam penelitian ini. Sementara fungsi spesifiknya belum diidentifikasi, penelitian ini membawa perhatian pada apomorfi squamata yang kemungkinan akan terus diselidiki secara rinci.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1604 seconds (10.55#12.26)