Magneto Hydrodynamic Explosive Munition, Teknologi Fiksi yang Jadi Senjata Mematikan di Dunia

Kamis, 31 Maret 2022 - 09:57 WIB
loading...
Magneto Hydrodynamic Explosive Munition, Teknologi Fiksi yang Jadi Senjata Mematikan di Dunia
Senjata mematikan Magneto Hydrodynamic Explosive Munition. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Dalam novel berjudul ‘Earthlight’ tahun 1955, penulis fiksi ilmiah legendaris Arthur C. Clarke memikirkan senjata super luar biasa yang menggunakan elektromagnet raksasa yang mampu menembakkan peluru logam cair dengan kecepatan kilat.

Teknologi yang dinamakanMagneto Hydrodynamic Explosive Munition atau MAHEM itumungkin terdengar fiksi dan imajinatif, namun jika benar-benar ada, itu akan menjadi sebuah senjata mematikan di dunia nyata.

BACA JUGA - Belajar Membaca Pikiran lewat Kisah-kisah Fiksi

Dan konon, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) atau agensi penelitian dan pengembangan militer Amerika Serikat menginginkan satu untuk skuad tentara Negeri Paman Sam itu dan sedang mencoba mewujudkannya!

Sebagai informasi, teknologi senjata canggih yang ada saat ini yang disebut sebagaiself-forging penetrators(SFPs) atau penetrator penempaan otomatis, dihasilkan dari ledakan kimia konvensional yang diarahkan pada lapisan logam berbentuk khusus.

Saat perangkat dimatikan, ledakan menyebabkan lapisan logam mencapai bentuk baru, cocok untuk menembus jauh ke dalam kendaraan lapis baja sedang seperti misal kapal tempur dan tank yang didorong ke depan dengan kecepatan tinggi. Teknologi ini sudah ada sejak Perang Dunia kedua.

Jika dimungkinkan untuk menggunakan elektromagnet yang kuat untuk mempercepat pancaran logam cair pada peluru, itu dapat mengatasi kelemahan SFPs dan bahkan mencapai kecepatan yang lebih tinggi dan penargetan yang lebih baik.

DARPA pun berharap dapat memberikan kemampuan tentara Amerika sebuahperlindungan diri aktif ringan untuk kendaraan (mekanisme kekalahan potensial untuk putaran energi kinetik),counter armor(pasif, reaktif, dan aktif), penanggulangan ranjau, dan anti-kapal hingga lapisan pertahanan terakhir rudal jelajah."

Dalam novel Earthlight, Arthur C. Clarke memanfaatkan ide nya dalam pertempuran antara fasilitas yang tidak bergerak di Bulan dan beberapa kapal luar angkasa yang menyerang.

Pembaca fiksi ilmiah tentu akan ‘girang’ - atau mungkin ketakutan jika melihat perencanaan DARPA itu terwujud - yang sudah berlangsung selama lebih dari setengah abad hingga saat ini.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1568 seconds (11.97#12.26)