Mengapa Ikan Arapaima Dilarang Dipelihara di Indonesia? Ternyata Ini Penyebabnya!

Selasa, 06 Desember 2022 - 17:58 WIB
loading...
Mengapa Ikan Arapaima Dilarang Dipelihara di Indonesia? Ternyata Ini Penyebabnya!
Ikan Arapaima mungkin terdengar asing bagi sebagian orang di Indonesia. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Ikan Arapaima mungkin terdengar asing bagi sebagian orang di Indonesia . Pasalnya, memang keberadaan jenis ikan ini dilarang oleh pemerintah .

Sekadar informasi, spesies ikan Arapaima menjadi salah satu jenis ikan yang dilarang untuk dipelihara. Adapun ketentuan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 19 tahun 2020.

Baca juga : 5 Ikan Bergigi Tajam di Air Tawar, Nomor 4 Dijuluki Ikan Drakula

Lantas, jenis ikan apakah sebenarnya Arapaima ini? Dan mengapa dilarang untuk dipelihara di Indonesia?

Mengutip informasi dari laman National Zoo, Selasa (6/12/2022), Arapaima merupakan jenis ikan berukuran besar yang umumnya berasal dari sungai Amazon. Dia bisa menghirup udara, sehingga dapat bertahan hidup di kolam dengan permukaan air yang rendah.

Melihat dari ukurannya, Arapaima menjadi salah satu ikan tawar terbesar di dunia. Untuk beratnya sendiri diperkirakan mencapai 200 kg dengan panjang 3 meter.

Kemudian, untuk habitat aslinya sendiri, ikan Arapaima banyak ditemui di Brazil, Peru, hingga Guyana. Mereka hidup di sungai yang mengalir lambat seperti Amazon.

Beralih ke ciri fisiknya, ikan ini memiliki kepala yang lebar dan bertulang. Mulutnya menghadap ke atas dan punya tubuh sirip yang membentang di sepanjang punggung menuju ekornya.

Di Brazil, mereka disebut dengan “Piracucu”, sementara di Peru dikenal sebagai “Paiche”. Untuk konsumsinya, ikan Arapaima memakan biji-bijian, serangga, burung, ataupun mamalia yang ditemukan di permukaan air.

Dengan kelebihan berupa mulutnya yang besar, mereka menciptakan ruang menarik terhadap mangsanya. Jika sudah berada dalam jangkauan, ikan ini menggunakan giginya untuk mencabik-cabik dan memakan mangsanya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3039 seconds (10.177#12.26)