Toadzilla, Monster Katak Terbesar Ditemukan di Hutan Australia

Sabtu, 21 Januari 2023 - 09:37 WIB
loading...
Toadzilla, Monster Katak Terbesar Ditemukan di Hutan Australia
Petugas Taman Nasional Conway menunjukkan monster katak terbesar yang dijuluki Toadzilla yang ditemukan di hutan hujan negara bagian Queensland, Australia. Foto/Reuters
A A A
CANBERRA - Monster katak terbesar yang dijuluki Toadzilla ditemukan di hutan hujan Taman Nasional Conway, negara bagian Queensland, Australia . Toadzilla yang ditemukan pada 12 Januari 2023 memiliki berat 6 pon atau sekitar 2,7 kilogram.

Toadzilla merupakan spesies katak tebu yang invasif dan memiliki kelenjar beracun. Katak tebu pertama kali diperkenalkan ke Australia pada tahun 1935 untuk mengendalikan kumbang tebu dan hama lainnya.

Namun, populasi katak tebu meledak dan tak ada predator alami, sehingga mengancam ekosistem Australia. Apalagi katak tebu memiliki ukuran tubuh yang besar dan bentuk yang mengerikan.

Baca juga; Katak Raksasa Berkeliaran, Sulawesi, Maluku dan Papua Juga Dihuni Makhluk Ini

Petugas penjaga taman nasional Conway, Kylee Gray, menemukan kataktebu terbesar ketika berpatroli. Dia menemukan ketika menghentikan kendaraan saat ada ular melintas di jalan, ketika keluar malah menemukan kataktebu berukuran besar.

Gray dan rekan-rekannya dengan cepat menangkap amfibi yang sangat besar itu untuk dikeluarkan dari alam liar. “Saya mengulurkan tangan dan meraih kataktebu dan tidak percaya betapa besar dan beratnya itu,” kata Gray dikutip SINDOnews dari laman The New York Post, Sabtu (21/1/2023).

Gray mengatakan itu adalah penemuan yang tak terduga. Apalagi setelah ditimbang beratnya mencapai 6 pon atau melebihi berat katak terbesar dari Swedia yang tercatat Guinness World Records pada tahun 1991 dengan berat 5,8 lbs atau 2,6 kilogram.

“Kami mempertimbangkan menamai Connie-nya dengan nama Taman Nasional Conway,” kata Gray. Berdasarkan ukurannya, katak raksasa itu kemungkinan betina yang sudah tua.

Baca juga; Tragedi Nuklir Chernoby Hasilkan Katak Mutasi Berwarna Hitam Gelap

Penjaga taman senior Barry Nolan mengatakan kepada Reuters Toadzilla disuntik mati karena dampak ekologisnya. Seekor katak tebu sebesar itu akan memakan apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam mulutnya, termasuk serangga, reptil, dan mamalia kecil.

“Seekor katak tebu betina, seperti kemungkinan Toadzilla, akan bertelur hingga 35.000 telur. Jadi kemampuan mereka untuk bereproduksi cukup mengejutkan,” katanya. Bangkai katak besar Toadzilla disumbangkan ke Museum Queensland untuk penelitian.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1688 seconds (11.210#12.26)