CIA Pernah Ingin Gunakan Petir Sebagai Senjata Pembunuh

loading...
CIA Pernah Ingin Gunakan Petir Sebagai Senjata Pembunuh
Penggunaan petir sebagai senjata mematikan dianggap menguntungkan karena tidak meninggalkan jejak dan biaya yang murah. Foto / IST
JAKARTA - Dalam mitologi Yunani, Zeus menggunakan petir sebagai senjata pamungkas.Di Indonesia ada tokoh rekaan bernama Gundala yang menggunakan petir sebagai senjatanya. Di dunia nyata, Central Intelligence Agency (CIA) dari Amerika Serikat ternyata punya keinginan yang sama menggunakan petir sebagai senjata mematikan.

Forbes mengungkapkan rencana penggunaan itu mencuat pada 1967. Saat itu sekelompok peneliti yang ada di CIA mengajukan rencana ke Research Special Activities CIA untuk menggunakan petir sebagai senjata pembunuh. (Baca juga : Eks Bos CIA: Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Kriminal, Bisa Picu Konflik Wilayah )

Nama-nama peneliti itu memang dihapus dalam dokumen yang dilaporkan ke CIA. Hanya saja dari notulen yang ada di dokumen kuat terasa kalau CIA memang mempertimbangkan rencana tersebut.

Dalam dokumen itu disebutkan sambaran petir bermula dari suatu lidah petir (stepped leader). Lidah petir itu memberikan jejak yang akan diikuti oleh petir. Saat lidah petir menyentuh objek di saat yang bersamaan terbentuk sirkuit dimana bentuk sempurna petir terjadi dan langsung mengeluarkan aliran listrik berkekuatan 300 juta volt.



Para peneliti itu, dalam dokumen CIA mengklaim telah berhasil membuat lidah petir buatan dari kabel yang ukurannya sangat halus. Nantinya kabel itu melalui peluru kendali hingga parasut pesawat. Nantinya petir akan mengikuti lidah petir yang memang sebelumnya telah ditetapkan di objek yang diinginkan oleh CIA.

"Metode ini sangat memungkinkan karena kabel yang berfungsi sebagai lidah petir akan diikuti oleh petir itu sendiri," tulis peneliti yang ada di dokumen CIA itu. (Baca juga : AS Kerahkan Kapal Induk Nimitz setelah Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh )

Peneliti itu juga mengatakan senjata petir ini akan sangat murah karena memang tidak membutuhkan metode yang kompleks. Sumbernya pun didatangkan dari alam yang tidak memerlukan biaya produksi. Selain itu yang paling penting tidak ada jejak apabila senjata itu dijalankan. Orang pun tidak akan curiga dengan kematian yang disebabkan sambaranpetirrekayasa itu.



Hanya saja CIA ternyata tidak tertarik untuk merealisasi senjata mematikan itu. Hanya saja perlu dicatat Amerika bukan tidak pernah menggunakan cuaca sebagai senjata. Pada saat perang Vietnam mereka pernah merekayasa cuaca dalam Operasi Popeye. Saat itu Amerika memperpanjang musim hujan di wilayah Ho Chi Minh agar pasuka Vietcong putus asa.

"Mereka mengaku tidak tertarik dengan senjata petir. Tapi siapa tahu yang terjadi di belakangnya," ucap Profesor Martin Uman dari Universitas Florida.
(wsb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top