5 Ular Paling Mematikan, Nomor 1 Hanya Butuh 2 Tetes Bisa untuk Membunuh Manusia

Jum'at, 29 Juli 2022 - 19:25 WIB
loading...
A A A
3. Boomslang
5 Ular Paling Mematikan, Nomor 1 Hanya Butuh 2 Tetes Bisa untuk Membunuh Manusia


Boomslang, dapat ditemukan di seluruh Afrika, khususnya di Swaziland, Botswana, Namibia, Mozambik dan Zimbabwe. Ular boomslang adalah salah satu yang paling berbisa dari spesies ular taring belakang. Dalam 24 jam seorang remaa meninggal setelah jempolnya digigit ular boomslang.

Ular boomslang dapat melipat taringnya kembali ke dalam mulutnya saat tidak digunakan. Seperti ular mematikan lainnya, ular ini memiliki racun hemotoksik yang menyebabkan korban mengeluarkan darah dari dalam dan luar.

Dengan kepala berbentuk telur, mata besar, dan tubuh bermotif hijau cerah, boomslang cukup menarik perhatian. Saat terancam, ular itu akan menggembungkan lehernya hingga dua kali ukurannya dan memperlihatkan lipatan kulit berwarna cerah di antara sisiknya.

4. Ular Harimau Timur
5 Ular Paling Mematikan, Nomor 1 Hanya Butuh 2 Tetes Bisa untuk Membunuh Manusia


Ular harimau timur (Notechis scutatus) berasal dari pegunungan dan padang rumput di Australia tenggara. Sesuai namanya, ular ini memiliki loreng kuning dan hitam di tubuhnya, meskipun tidak semua populasi memiliki pola itu.

Racun ular harimau timur yang kuat dapat menyebabkan keracunan pada manusia hanya dalam 15 menit setelah digigit. University of Adelaide melaporkan ular ini bertanggung jawab atas rata-rata setidaknya satu kematian dalam setahun.

Baca juga; Viral Pertarungan 2 Reptil Berbisa, Raja Timur Menyantap Ular Derik

5. Ular Beludak Russell
5 Ular Paling Mematikan, Nomor 1 Hanya Butuh 2 Tetes Bisa untuk Membunuh Manusia


Sekitar 58.000 kematian di India dikaitkan dengan gigitan ular setiap tahunnya. Ular beludak Russell (Daboia russelii) bertanggung jawab atas sebagian besar kematian ini.Spesies ini dianggap sebagai salah satu ular beludak yang paling mematikan, dalam laporan jurnal Toxins 2021.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1057 seconds (10.177#12.26)