Siapakah Penemu Sim Card Pertama di Dunia? Simak Penjelasannya

Rabu, 18 Januari 2023 - 18:08 WIB
loading...
Siapakah Penemu Sim Card Pertama di Dunia? Simak Penjelasannya
Penemu SIM Card pertama di dunia menjadi sebuah topik yang menarik untuk dibahas. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Penemu SIM Card pertama di dunia menjadi sebuah topik yang menarik untuk dibahas. Subscriber Identity Module (SIM) menjadi salah satu elemen penting yang saat ini banyak digunakan pada ponsel atau HP.

Pada penemuannya, kartu SIM ini memiliki sejarah panjang yang menarik untuk diulik.

Melihat ke belakang, penemuan SIM Card tersebut tak lepas dari peran Hermann Giesecke dan Alphonse Devrient. Keduanya diketahui sebagai founder atau pendiri dari perusahaan Giesecke+Devrient (G+D).

Baca juga : 3 Penemuan Penting Stephen Hawking

Mengutip informasi dari laman GD, Hermann Giesecke merupakan seorang pria kelahiran tahun 1831. Dalam sepak terjangnya, dia memulai kariernya dari perusahaan penata huruf yang dimiliki oleh ayahnya.

Pada perkembangannya, Giesecke turut menjadi pendiri perusahaan G+D pada tahun 1852 bersama Devrient. Dalam hal ini, dia aktif terlibat dalam pengelolaan dan perkembangan bisnis serta penjelasannya.

Sementara itu, Alphonse Devrient lahir pada tahun 1821. Dia terlahir dari sebuah keluarga yang menjalankan bisnis bahan kimia. Seiring perkembangannya, dia turut mendirikan G+D bersama Giesecke dan mengelola semua bidang teknisnya.

Pada tahun 1852, Giesecke dan Devrient mendirikan perusahaan bernama Giesecke + Devrient (G+D) di Leipzig. Saat itu, mereka awalnya beroperasi di sektor pencetakan uang kertas.

Baca juga : 10 Penemuan Arkeologi Paling Spektakuler Sepanjang 2021

Seiring waktu, perusahaan mengalami kemajuan pesat dan mulai memperluas jangkauannya di industri internasional. Sekitar tahun 1968, Perbankan Eropa mulai mengembangkan sistem eurocheque bersama dengan perusahaan G+D.

Keberhasilan tersebut menandai perusahaan Giesecke dan Devrient yang telah merambah bisnis kartu elektronik. Sekitar 1989, G&D menemukan “SIM Plug-In” yang pada perkembangannya digunakan secara global untuk kartu SIM.

Perusahaan terus berkembang seiring waktu, bahkan sejak 2004 G+D juga telah memproduksi paspor dengan chip yang bisa menyimpan data biometrik.
(bim)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2258 seconds (11.252#12.26)