9 Jenis Ular Paling Berbahaya di Dunia

Jum'at, 05 November 2021 - 13:23 WIB
loading...
A A A
Taipan daratan yang menjadi endemic kawasan Australia ini memiliki karakteristik tubuh berwarna coklat dengan bagian perut berwarna kekuningan. Panjangnya sendiri berkisar 2,5 meter. Ular Taipan pedalaman dapat menyuntikkan bisa yang mengakibatkan pendarahan dipembuluh darah dan jaringan otot, serangannya bisa menyebabkan kematian manuasia dalam waktu 1 jam saja.

5.Ular Laut Belcher
Sebagaimana namanya, ular laut Belcher ini umumnya mendiami wilayah perairan dengan habitat paling banyak di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik, termasuk di Indonesia. Ular laut Belcher mudah dikenali dari corak tubuhnya yang merupakan paduan hitam dan putih, serta bentuk ekornya yang menyerupai dayung untuk berenang di dalam air.

Walau dikenal cukup jinak dan jarang menyerang manusia, tapi jangan remehkan bisa dari ular ini. Ular dengan nama Latin Hydrophis belcheri ini punya bisa yang 100 kali lebih mematikan dibanding ular taipan pedalaman yang dibahas sebelumnya

6. Ular Mamba Hitam
Ular mamba hitam atau yang banyak dikenal dengan sebutan black mamba ini menjadi ular paling mematikan sekaligus tercepat di dunia. Black mamba mampu bergerak dengan kecepatan hingga 5,5 meter per detik.Mamba hitam mendapat julukannya ini karena mulut dan lidahnya yang berwarna hitam. Namun secara keseluruhan, ular ini memiliki panduan warna abu-abu dan putih pada tubuhnya.

Ular dengan nama Latin Dendroaspis polylepis sebagian besar mendiami wilayah Afrika dengan ketinggian hingga 1.800 meter di atas permukaan laut.Salah satu hal paling menakutkan dari ular mamba hitam adalah banyaknya korban yang tidak menyadari sudah terkena gigitannya.Terlebih jika tanpa penanganan medis segera, bisa pada ular mamba hitam dapat membunuh manusia dalam waktu kurang dari 30 menit.

7.Ular Welang
Ular welang merupakan salah satu jenis ular di Indonesia yang cukup berbahaya dan memiliki karakteristik bisa yang sangat mematikan. Masih satu famili dengan ular kobra, jenis ular berbisa dengan nama Latin Bungarus fasciatus ini memiliki jenis bisa neurotoksin yang dapat menyebabkan kelumpuhan sistem saraf, jantung, dan pernapasan.

Penamaan ular welang didasari oleh pola tubuhnya yang berpola belang hitam-kuning atau hitam-putih pada umumnya.Selain di Indonesia, ular ini menyebar di sebagian besar kawasan Asia Tenggara hingga Asia Selatan.Kebanyakan kasus gigitan ular welang terjadi pada malam hari. Ini karena karakteristik ular welang yang lebih aktif pada malam hari, dibanding pada siang hari.

8. Ular Boomslang
Ular boomslang merupakan salah satu jenis ular paling berbahaya di dunia yang mendiami kawasan Afrika, khususnya di Gurun Sahara. Boomslang merujuk pada kata "boom" yang berarti pohon dan "slang" yang berarti ular, menyesuaikan karakteristik ular ini yang kebanyakan menghabiskan waktu di pepohonan.

Jenis ular dengan nama Latin Dispholidus typus tidak aktif bergerak dan lebih banyak berkamuflase layaknya dahan pada pepohonan saat hendak berburu mangsanya.Bisa pada ular boomslang bersifat hemotoksin yang menyerang sistem sirkulasi darah dan sistem otot. Umumnya bisa hemotoksin ini baru akan bereaksi dan menunjukkan dalam 48 jam setelah gigitan pertama.

9. Ular Barba Amallira
Ular barba amarilla yang memiliki nama Latin Bothrops asper ini memiliki berbagai nama lain, seperti terciopelo, cuatro narice, dan fer-de-lance. Salah satu jenis ular viper paling mematikan di dunia ini menyebar mulai bagian selatan Meksiko, Amerika Tengah, hingga bagian utara Amerika Selatan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1827 seconds (11.210#12.26)