Nelayan di Teluk Maine Temukan Lobster Langka Berwarna Kuning

Rabu, 10 Februari 2021 - 14:27 WIB
loading...
Nelayan di Teluk Maine Temukan Lobster Langka Berwarna Kuning
Nelayan lobster Tenants Harbor, Marly Babb secara tak terduga menangkap seekor lobster langka berwarna kuning ketika sedang melaut di Teluk Maine. Foto/IFL Science
JAKARTA - Nelayan lobster Tenants Harbor, Marly Babb secara tak terduga menangkap seekor lobster langka berwarna kuning ketika sedang melaut di Teluk Maine antara Kanada dan Amerika Serikat. Lobster kuning ini sangat langka karena ada 1 banding 30 juta lobster di dunia.

Dilansir IFl Science, Babb sendiri menyumbangkan lobster langka tersebut ke Pusat Sains Kelautan Universitas New England untuk penelitian. Selain lobster kuning, lobster langka lainnya berwarna putih dan biru. (Baca: Bunglon terkecil di Dunia Ditemukan di Hutan Madagaskar)

Dari ketiga lobster langka yang ada di dunia, hanya kuning yang paling langka dengan kemungkinan hanya ada 1 dibanding 30 juta. Sedangkan peluang menangkap lobster biru adalah satu banding 2 juta. Lobster biru dan kuning merupakan hasil mutasi genetik pada protein yang terikat dengan pigmen cangkang.

"Crystal lobster" memiliki pigmen yang disebut leucism yang membuat hewan tampak pucat dibandingkan dengan yang lain. Menariknya, mereka adalah satu-satunya jenis lobster aneh yang tidak berubah menjadi merah saat dimasak, yang pada spesimen tipikal adalah hasil dari protein cangkang yang terlepas dalam panas dan melepaskan molekul pigmen astaxanthin. (Baca juga: UEA: Pesawat Luar Angkasa Hope Masuki orbit Planet Mars)



Penelitian terkini sedang dilakukan untuk mengetahui dampak perubahan iklim memengaruhi terhadap larva lobster di Maine. Karena air laut di Teluk Maine memanas lebih cepat daripada daerah lainnya.

Konsekuensi dari perubahan iklim ini tersebar luas tetapi industri lobster di Maine merupakan kontributor signifikan bagi ekonomi lokal yang berarti kelanjutan populasi sangat penting bagi penduduk setempat.

Lobster langka lain pernah ditemukan di Nova Scotia, Kanada, yang terdapat ekstra cakar di capitnya. Pengulangan bagian tubuh tidak jarang terjadi pada arthropoda, yang dicirikan oleh cetak biru tubuh mereka dari bagian tersegmentasi yang berulang. (Baca juga: Mengenal Teknologi Canggih Pencegah Banjir di Negara Maju)



Setiap segmen memiliki seperangkat gen pengatur yang menentukan pelengkap apa yang tumbuh di bagian itu. Jadi ketika capit lainnya muncul di tempat yang salah, itu adalah hasil dari kesalahan sinyal dari gen pengatur.

Kondisi aneh lobster lainnya juga ditemukan kru nelayan kapal penangkap ikan di new Brunswick, Kanada. Lobster yang ditemukan pada tahun 2017 itu memiliki logo Pepsi di capitnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR ANDA